Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Erupsi Semeru, Ibu dan Anak Tewas Dalam Kondisi Berpelukan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bencana erupsi Gunung Semeru menelan belasan korban jiwa. Salah satunya ialah seorang wanita berusia 28 bernama Rumini yang ditemukan tewas bersama ibundanya, Salamah.
Kedua wanita tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berpelukan dan tertimpa reruntuhan rumah mereka di desa Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Rumini disebut tak tega meninggalkan sang ibu yang sudah sulit berjalan apalagi berlari saat terjadi erupsi Gunung Semeru.
Salah seorang kerabat korban, Legiman menceritakan momen saat para warga berhamburan dan berlarian untuk menyelamatkan diri dari material erupsi Gunung Semeru.
Ia lantas menduga bahwa Rumini tak tega meninggalkan ibundanya yang sudah tak bisa berlari karena faktor usia.
"Tadi pagi, kan, saya cari adik ipar sama keponakanku. Pas bongkar rontokan tembok dapur, terus tangannya (korban) kelihatan," ujar Legiman, Minggu 5 Desember 2021.
Setelah ditemukan, kedua korban segera dievakuasi dari reruntuhan rumah untuk segera dimakamkan.
Legiman juga menyebut bahwa suami dan anak Rumini selamat. Keduanya segera dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan.
"Suami Rumini dan anaknya selamat. Mereka sekarang dirawat di puskesmas," ujarnya.
Sebanyak 13 orang meninggal dunia akibat bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Jumlah tersebut merujuk data terakhir yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada, Minggu (5/12/2021) pagi ini.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan informasi tersebut diterima langsung dari Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang kekinian sedang menuju Lumajang.
"Total 13 orang dilaporkan meninggal dunia," kata Abdul.
Dari 13 korban meninggal. Dua di antaranya telah teridentifikasi. Mereka merupakan warga Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
"Sebanyak 41 orang yang mengalami luka-luka, khususnya luka bakar, telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal. Selanjutnya mereka dirujuk menuju RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara," imbuh Abdul.
Selain itu terdapat beberapa warga lainnya yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan. Rinciannya; 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal yang di antaranya terdapat dua orang ibu hamil.
"Tim gabungan juga berhasil melakukan evakuasi warga yang tadi malam dilaporkan Wakil Bupati Lumajang terjebak di kantor pemilik tambang. Saat ini para warga telah ditempatkan di Pos Curah Kobokan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," pungkasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 567 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 441 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan