Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Australia Rela Sewa Pesawat Demi Bertemu Anjingnya di Bali
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang perempuan Australia asal Sunshine Coast di negara bagian Queensland rela menyewa pesawat untuk menerbangkannya demi bisa kembali bersama anjingnya.
Sudah enam tahun, Natasha Corbin mencoba membawa masuk anjing kesayangannya bernama Munchkin ke Australia.
Munchkin pernah jadi anjing jalanan di Bali dan ditemukan oleh Natasha bersama tunangannya, David Daynes, saat mereka tinggal di Bali.
"Saat kita di Bali, pasangan saya bikin satu aturan. Karena saya sangat suka anjing, saya tidak boleh berinteraksi dengan anjing apa pun," kata Natasha.
"Saya abaikan semua anjing sebisa mungkin, tapi anjing ini, Munchkin, anak anjing yang sangat kecil, ikut kita kemana-mana dan entah bagaimana dia jadi ada di dekat vila kita."
Untuk bisa membawa Munchkin ke Australia, Natasha bahkan rela untuk pindah dan tinggal sementara di Selandia Baru.
Ia mengatakan dari pertimbangannya soal aturan karantina hewan peliharaan, lebih mudah baginya untuk membawa anjing dari Selandia Baru ke Australia, ketimbang membawanya dari Indonesia ke Australia.
Karenanya, pasangan tersebut memilih pindah dari Bali ke Selandia Baru dengan membawa Munchkin, dua tahun lalu.
Tapi dalam lima bulan terakhir Natasha sudah kembali ke Australia dan berpisah dengan pasangan dan anjing kesayangannya.
Untuk bisa berkumpul kembali sebelum hari Natal, Natasha memutuskan untuk menyewa pesawat pribadi dengan menjual kursi yang kosong bagi warga lain yang ingin terbang. Dengan cara ini ia juga bisa meringankan biayanya.
Menyewa pesawat pribadi di Australia tidaklah murah, harganya bisa mencapai AU$40.000 hingga AU$45.000, atau lebih dari Rp400 juta.
Ia meminta tolong warga di Sunshine Coast untuk bisa menemukan siapa yang mau terbang dari Selandia Baru dan membeli kursi kosong.
Natasha sudah bertemu dengan 11 orang di Selandia Baru lewat Zoom untuk mencari tahu siapa diantara yang bisa pergi ke Brisbane, ibu kota Queensland, dalam waktu segera.
"Pokoknya siapa pun yang bisa pergi, karena saya mau menyewa pesawat minggu depan," ujarnya.
"Saya tidak tahu jika kita bisa membawa tujuh orang karena ada pembatasan beban penumpang, jadi mungkin saat ini kita hanya bisa menyediakan kursi untuk lima orang."
Mencoba membawa pulang Munchkin dari Indonesia ke Australia tidaklah mudah bagi pasangan tersebut.
Selain masih sedang berusaha untuk mendatangkannya lewat Selandia Baru, Munchkin juga pernah tinggal di empat rumah berbeda di Singapura.
Belum lagi ada masalah kesehatan yang membuat perjalanan Munchkin sempat dibatasi, setelah ia digigit kutu saat transit di Singapura.
Munchkin juga pernah gagal saat tes kesehatan, sebagai salah satu syarat masuk ke Australia. Tapi pekan lalu izin masuknya sudah didapatkan setelah dinyatakan ia tidak menular.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan