Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
PTM di Bali: Ada Sekolah yang Penuh, Ada yang Separuh
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Aturan mengenai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen tidak serta merta diterapkan oleh seluruh sekolah di Bali. Hasil pemantauan Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, ada dua suasana belajar yang berbeda.
Terlihat di SMKN 1 Sukawati menerapkan 100 persen di ruang kelas. Sedangkan di SMAN 3 Denpasar, masih separuh.
“Pelaksanaan kegiatan PTM 100 persen dilakukan dengan cara berbeda. Di SMKN 1 Sukawati dilakukan menghadirkan maksimal seluruh siswa setiap kelas full pembelajaran. Sedangkan di SMAN 3 Denpasar separuh,” ujar Komisioner KPPAD Bali, Kadek Ariasa, usai pemantauan, Kamis (6/1).
Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud itu, membeberkan di SMKN 1 Sukawati, dilakukan dengan pembatasan waktu istirahat dan kantin tidak ada buka. “Serta tetap disiplin prokes Covid-19 yang sesuai aturan,” jelasnya.
Sedangkan, di SMAN 3 Denpasar, PTM 100 dilakukan dengan pola kehadiran siswa dibagi menjadi dua sesi. “Masing-masing empat jam pelajaran. Sehingga dalam satu hari terealisasi 8 jam pelajaran,” terang Ariasa.
Melihat situasi di SMAN 3 Denpasar, Ariasa memandang pembagian sesi belajar terasa lebih memberikan jaminan penerapan prokes.
“Dan memberikan peluang keselamatan dari resiko penyebaran dan penularan lebih kecil dengan syarat prokes ketat. Dan kondisi kesehatan terpantau dengan ketat juga,” ujarnya.
Selain itu, di SMAN 3 Denpasar juga sudah menerapkan barcode aplikasi PeduliLindungi. “Untuk memastikan semua siswa sudah tervaksin lengkap dan sehat tentunya,” ujarnya.
Walaupun ditemukan dua hal berbeda dalam PTM 100 persen, pihaknya merekomendasikan aparat terkait gencar mengawasi penerapan prokes di seluruh sekolah.
“Masih sangat perlu dilakukan monitoring langsung ke lapangan dan mendata kondisi kenyataan yang ada untuk dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan ke depannya,” ujarnya.
Pemantauan itu, khususnya menjamin perlindungan anak terkait risiko kemungkinan ada potensi penyebaran dan penularan virus varian omicron.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7063 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5618 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3522 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan