Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Sensasi Lihat Sunset dan Sunrise di atas Bukit Asah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Melihat pemandangan matahari tenggelam dan terbit di pantai merupakan hal yang menyenangkan dan mudah dilakukan di Bali. Namun bagaimana jika melihat sunset atau sunrise di atas bukit pasti memberi pengalaman yang berbeda.
Salah satu destinasi wisata berupa bukit dan dapat menyaksikan matahari tenggelam dan terbit adalah Bukit Asah. Bukit Asah yang ada di Karangasem adalah sebuah bukit yang berupa dataran berumput. Kekaguman pada tempat ini kian terasa memuncak karena indahnya panorama yang tersaji di depan mata. Tak hanya birunya air laut yang menjadi pemandangan utama, namun juga sejuk dan segarnya udara menambah kenikmatan bersantai menikmati alam.
Pengunjung juga bisa berkemah di lokasi perkemahan yang ada kemudian menunggu momentum matahari terbit atau Sunrise dan tenggelam atau Sunset yang sangat memesona. Hamparan lapangan berumput yang asri juga memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung.
Menuju Bukit Asah Karangasem membutuhkan waktu 2 jam perjalanan dari Denpasar atau sekitar 3 jam perjalanan jika dari Singaraja. Lokasi Bukit Asah Karangasem tepatnya berada di Desa Bugbug, Karangasem, Bali.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2918 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2048 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun