Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
PM Selandia Baru Batal Nikah Karena Ketatkan Aturan Covid-19
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kondisi pandemi yang terus dinamis membuat sulit untuk mempredisksi keadaan ke depan. Hal ini kadang menyebabkan sejumlah rencana yang sudah disusun batal ditengah jalan. Tak hanya orang biasa, pimpinan negara juga bisa jadi korban. Hal ini dialami langsung oleh perdana menteri Selandia Baru.
Lonjakan kasus Covid-19 yang kembali terjadi di Selandia Baru memaksa Perdana Menteri setempat, Jacinda Arden, membatalkan rencana pernikahannya. Karena negara itu memberlakukan pembatasan baru untuk memperlambat penyebaran varian Omicron Covid-19.
Arden menyampaikan penyesalannya bagi masyarakat yang harus mengalami hal serupa akibat aturan tersebut.
"Pernikahan saya tidak akan berlangsung. Begitulah hidup," kata Arden saat ditanya wartawan mengenai perasaannya harus membatalkan pernikahan, dikutip dari Channel News Asia.
Selandia Baru akan memberlakukan aturan penggunaan masker dan membatasi berkumpul mulai tengah malam, Minggu (23/1). Aturan itu diberlakukan setelah ditemukan sembilan kasus varian Omicron Covid-19 dari pulau Utara ke Selatan.
Kasus tersebut dikonfirmasi sebagai klaster acara pernikahan. Di mana satu keluarga melakukan perjalanan dengan pesawat dari ibu kota Pulau Utara Auckland ke pernikahan di Pulau Selatan yang dihadiri oleh 100 orang. Keluarga tersebut dan seorang pramugari dinyatakan positif Covid-19.
Selandia Baru akan pindah ke pengaturan merah yang lebih ketat dengan wajib pemakaian masker dan pembatasan jumlah pengunjung dalam ruangan maksimal 100 orang, berlaku bagi perhotelan dan acara seperti pernikahan.
Arden bahkan membatasi aktivitas dalam ruangan hanya 25 orang jika tempat tidak menggunakan izin vaksin.
Meski sebagai Perdana Menteri, Arden menegaskan bahwa dirinya tetap warga yang harus mematuhi aturan Covid-19.
"Saya tidak berbeda dengan ribuan warga Selandia Baru lainnya yang memiliki dampak yang jauh lebih dahsyat akibat pandemi," katanya.
"Yang paling menyedihkan adalah ketidakmampuan untuk bersama orang yang dicintai, bahkan ketika mereka sedang sakit parah. Itu akan jauh melebihi kesedihan yang saya alami," pungkas Arden.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4467 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2107 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2012 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1642 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1481 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan