Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kasus Stunting di Tabanan Tergolong Rendah
BERITABALI.COM, TABANAN.
Jumlah stunting di kabupaten Tabanan tergolong masih rendah secara nasional termasuk provinsi Bali dilihat pada 2021.
Sebanyak 20.311 balita menjadi target sasaran di tahun 2021, prevalensi kasus stunting balita di Tabanan hanya diangka 9, 2 persen atau sebanyak 1.869 orang. Angka ini di bawah angka provinsi Bali 10,9 persen.
Termasuk juga prevalensi berat badan menurut tinggi badan, Tabanan hanya di angka 4,1 persen. Sesuai standar WHO, kabupaten Tabanan berada pada status gizi baik.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tabanan, I Made Supardiyadnya menjelaskan, status gizi balita dinilai menurut 3 indeks, yaitu Berat Badan menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB).
Dari hasil survey status gizi Indonesia. Dari hasil survey status gizi Indonesia, yang telah dilakukan maka sesuai dengan standar WHO kabupaten Tabanan berada pada status gizi baik. Dimana prevalensi balita pendek kurang dari 20 persen , Tabanan hanya ada di 4,7 persen dan prevalensi balita kurus kurang dari 5 persen, Tabanan hanya di 4,1 persen.
Dijelaskan Supardi, kasus gizi buruk itu terjadi bukan karena kekurangan asupan gizi, namun karena adanya penyakit penyerta.
“Penyakit penyerta itu seperti jantung bocor, bronchitis hingga gangguan tumbuh kembang, termasuk juga banyak faktor lainnya seperti sanitasi lingkungan dan makanan,” paparnya, Senin (24/1).
Terhadap sisa kasus yang masih tersisa ini, lanjutnya, masih dilakukan intervensi dengan pemberian PMT pemulihan, pemantauan, konseling, dan menentukan diagnosa.
“Pemantauan kita lakukan secara berkesinambungan sampai nanti gizinya membaik,” tandasnya.
Sejatinya untuk masalah kurang gizi atau stunting, pencegahan dilakukan dari hulu, yakni memantau di umur sebelum 2 tahun.
“Makanya kita lajukan pemantauan tumbuh kembang di posyandu, dimana masa pandemic, meski banyak tutup kita lakukan daring dengan bidan dan ahli gizi. Ortu balita mandiri melakukan laporan dan hasilnya dilaporkan ke teman teman pemegang gizi. Meski kunjungan posyandu rendah tapi tetap melakukan pemantauan secara online. konsultasinya seperti itu menyiasati untuk bisa memantu tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan