Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Bupati Paparkan Pemanfaatan BMD Untuk Optimalisasi PAD
BERITABALI.COM, BULELENG.
Bupati Buleleng, Bali Putu Agus Suradnyana memaparkan pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) guna optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di hadapan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Pemaparan dilakukan saat dirinya menjadi narasumber dalam Webinar Series Keuda Update Seri 5 yang bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan BMD Dalam Rangka Meningkatkan PAD” yang dilakukan secara daring, Rabu (9/2). Webinar ini diikuti oleh gubernur, bupati, walikota dan sekda seluruh Indonesia.
Agus Suradnyana menjelaskan berbagai proses dilakukan dalam pemanfaatan BMD untuk optimalisasi perolehan PAD. Identifikasi terhadap BMD dilakukan terlebih dahulu, mulai dari bentuk dan jenis yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber PAD. Selanjutnya ada pemetaan potensi.
Jika potensi dari BMD ini dilakukan dengan baik, maka akan bisa dimanfaatkan dengan optimal sesuai dengan tata ruang yang telah ditentukan. Dari pemetaan tersebut ditemukan dua kualifikasi BMD untuk pemanfaatannya yaitu bisa untuk pertanian dan untuk kepentingan pariwisata.
“Dari pemetaan tersebut, tentu ada nilai yang diharapkan untuk penerimaan PAD di Buleleng. Akuntabilitas dari pengelolaan BMD atau aset daerah juga bisa terjaga.
Kemudian, ada pelaksanaan pemanfaatan aset daerah. Dalam proses ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengajak instansi terkait untuk memberikan pendapat hukum atas pelaksanaan pemanfaatan aset.
Instansi tersebut seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), penilai publik (appraisal) untuk mendapatkan nilai kerjasama pemanfaatan dan Kejaksaan Negeri Buleleng sebagai pendamping dalam proses pelaksanaan. Tim Panitia juga dibentuk dari berbagai SKPD teknis terkait potensi pemanfaatan aset.
“Kerjasama pemanfaatan selanjutnya dilaksanakan melalui proses tender sehingga akuntabilitas dan transparansi tetap terjaga,” ucap Agus Suradnyana.
Lebih lanjut, Agus Suradnyana mengatakan, pemanfaatan BMD atau aset ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD. Ini dikarenakan appraisal yang dilakukan benar-benar mengidentifikasi nilai dari potensi BMD yang dikerjasamakan pemanfaatannya. Mulai dari tahun 2015 PAD yang diperoleh dari pemanfaatan BMD ini hanya Rp75 juta. Perolehan tersebut terus meningkat hingga pada tahun 2021 mencapai Rp1,3 miliar.
“Ini akan terus berkembang sesuai dengan waktu dan jumlah aset yang kita kerjasamakan pemanfaatannya. Dalam pelaksanaan juga terus dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kerjasama pemanfaatannya,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 818 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 749 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 580 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 388 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 333 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun