Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sampah di TPA Butus Menumpuk Hingga Kini Belum Ada Solusi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem sepertinya belum menemukan solusi untuk mengatasi timbunan sampah yang menumpuk di TPA Banjar Dinas Butus, Desa Bhuanagiri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.
Seperti disampaikan oleh Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, I Nyoman Tari saat dikonfirmasi baru - baru ini terkait dengan kondisi TPA Butus, hingga saat ini pihaknya belum menemukan solusi untuk menangani tumpukan sampah di TPA tersebut.
"Sementara belum ada solusi untuk mengatasi tumpukan sampah di TPA Butus, memang beberapa investor sempat audiensi dengan Bupati untuk mengelola sampah tersebut, namun sejauh ini masih didalami, karena diperlukan kehati - hatian agar nantinya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," ujarnya.
Menurut Tari, saat ini kondisi TPA Butus memang nyaris over kapasitas alias penuh, diperkirakan jika sampah yang datang ditata dengan baik, TPA tersebut kemungkinan masih bisa bertahan hingga akhir tahun 2022 ini.
Untuk diketahui, setiap harinya volume sampah yang masuk ke TPA Butus mencapai 40 hingga 50 ton sampah yang berasal dari beberapa wilayah Kabupaten Karangasem.
"Mungkin kalau kita baik ngaturnya bisa bertahan sampai akhir tahun ini. Untuk antisipasi kita sedang gencar menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat soal Pergub yang mengatur tentang pengolahan sampah pada sumbernya. Bahkan pak Gubernur juga meminta agar masing - masing Desa mengusulkan untuk membuat tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) hanya saja karena terkendala lahan sehingga saat ini yang baru mengusulkan sebanyak 16 Desa," ungkap Tari.
Sementara itu, kondisi TPA Butus yang nyaris penuh tersebut juga sempat dikeluhkan oleh warga setempat, keluhan tersebut disampaikan oleh Kepala Wilayah Banjar Dinas Butus, I Gede Ngurah Sudarma.
Ia mengatakan sejumlah warga sempat mengeluh kepadanya terkait dengan kondisi TPA Butus yang kini kondisinya nyaris over kapasitas tersebut. Sejumlah keluhan yang ia terima mulai dari bau busuk sampah hingga lalat yang menyebar hingga ke pemukiman warga sekitar.
"Kondisi TPA yang sudah penuh sangat dikeluhkan warga, mulai dari bau hingga banyak lalat, harapan kami agar segera di carikan solusi agar sampah bisa diproses sehingga tidak membludak," ujarnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan