Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 25 Juli 2026
Alasan Mengapa Profesi Barista Semakin Diminati Generasi Muda
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Semakin menjamurnya kedai kopi kekinian, profesi Barista ternyata dibarengi dengan banyaknya generasi milenial yang tertarik di Indonesia. Selain karena maraknya kedai speciality coffee, alasan banyaknya generasi muda yang tertarik menjadi barista karena ingin meningkatkan citra diri, bertemu dan menjalin relasi dengan banyak orang baru, sekaligus menambah pemasukan bulanan.
Meskipun menjadi salah satu pekerjaan yang populer di subsektor kuliner, namun masih ada beberapa orang yang memandang profesi barista sebelah mata. Banyak yang mengira pekerjaan barista sebatas menyeduh kopi untuk pelanggan saja.
Faktanya, menjadi barista profesional membutuhkan ketekunan untuk menghasilkan secangkir kopi yang nikmat dan memiliki visual menarik. Selain itu, seorang barista juga harus bisa memilih biji kopi terbaik, menggiling, dan menyeduhnya menjadi secangkir kopi sesuai keinginan pelanggan.
Tidak hanya membuat espresso, hampir sebagian besar barista harus bisa membuat latte art yang cantik. Salah satu atraksi di kedai kopi kekinian ini bukan hal yang mudah. Pasalnya setiap barista membutuhkan waktu setidaknya empat bulan untuk mempelajari teknik latte art agar hasilnya sempurna.
Barista Menjaga Kualitas Rasa Kopi
Sobat Parekraf, menjadi barista profesional tidak hanya sekadar menyeduh dan membuat minuman kopi untuk pelanggan saja. Ada beberapa tugas lainnya yang menjadi tanggung jawab seorang barista. Salah satunya menjaga kebersihan seluruh area di kedai kopi agar tetap nyaman digunakan.
Seperti dari menjaga kebersihan mesin espresso dan berbagai alat-alat perkopian lainnya. Tujuannya supaya seluruh mesin pembuat kopi terjaga kualitasnya. Dengan begitu, mesin dapat menghasilkan secangkir kopi yang nikmat untuk pelanggan. Artinya, kenikmatan secangkir kopi dari suatu kedai berada di tangan seorang barista.
Selain itu, barista tidak hanya sekadar bisa membuat minuman kopi saja. Ia juga harus memiliki keahlian dalam membuat dan menyajikan berbagai macam jenis minuman, seperti teh, jus, dan berbagai signature drinks lainnya.
Cara Menjadi Seorang Barista Profesional
Karena banyak diminati, tidak heran jika persaingan profesi barista cukup ketat. Jika Sobat Parekraf tertarik, tentu harus memiliki bekal ilmu, teknik, dan pengalaman untuk menjadi barista sukses.
Satu cara penting menjadi barista profesional adalah terus belajar mengenal kopi lebih mendalam. Mulai dari mengenali cara membuat kopi, hingga memahami pengolahan kopi dengan baik agar terasa lebih nikmat.
Bahkan, tidak ada salahnya untuk mengikuti kompetisi barista yang sekarang mulai marak digelar. Bukan hanya sekadar menambah pengalaman dan melakukan inovasi dalam membuat kopi, ikut kompetisi barista sekaligus sebagai metode branding agar kedai kopi kita semakin dikenal luas.
Cara menjadi barista sukses berikutnya adalah rajin mengikuti pelatihan barista agar lebih terampil meracik kopi. Tidak kalah penting, jangan lupa untuk mendapatkan sertifikasi barista guna meningkatkan kualitas diri, semakin diakui, dan memenangkan persaingan antar barista lainnya.
Menariknya lagi, seorang barista juga memiliki teknik khusus dalam meracik kopi yang berbeda satu sama lain. Hal inilah yang membuat setiap kedai kopi memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dengan kedai kopi lainnya. (Sumber : Kemenparekraf.go.id)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3828 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1492 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1473 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1424 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1320 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun