Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 24 Oktober 2026
4 Langkah Persiapan Puasa Ramadan Bagi Penderita GERD
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bagi orang dengan Gastroesophageal Reflux Disease atau pengidap GERD, puasa Ramadan kerap jadi tantangan tersendiri. Ini karena puasa membuat lambung lebih lama tidak mendapatkan makanan, yang berisiko membuat GERD kambuh.
Sehingga menurut Ahli Penyakit Dalam sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Ari Fahrial Syam mengatakan sebelum memulai puasa orang dengan GERD harus melakukan sederet adaptasi.
GERD adalah penyakit asam lambung yang disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah.
Berikut ini langkah yang harus dipersiapkan orang dengan GERD sebelum menjalani puasa Ramadan menurut Prof. Ari, beberapa waktu lalu saat ditemui Suara.com:
1. Kendalikan Stres
Selama dua tahun ke belakang, khususnya selama pandemi, Prof. Ari menemukan peningkatan kasus GERD yang disebabkan karena stres dan cemas.
Sehingga melalui ibadah puasa, semakin banyak orang bisa menata kembali pikirannya agar tidak stres, dan penyakit asam lambung jadi terkendali.
"Jadi kesempatan saat puasa Ramadan, dia bisa mengatur ini, penting pengendalian diri sebetulnya," ujar Prof. Ari.
2. Persiapan Kontrol Pola Makan
Lantaran puasa membuat lambung baru terpapar makanan setelah 13 jam, maka adaptasi diperlukan agar GERD tidak kambuh.
"Orang dengan gerd karena makan tidak teratur, kendali diri tidak bagus, camilan yang tidak sehat. Jadi puasa itu bisa dimanfaatkan untuk perbaiki pola makan," jelasnya.
3. Lakukan Kontrol ke Dokter
Prof. Ari mengakui bahwa tidak mudah bagi pasien GERD beradaptasi dengan pola makan dalam 13 jam, sehingga ia perlu lakukan kontrol ke dokter.
Biasanya dokter akan memberikan obat untuk dikonsumsi di minggu pertama Ramadan, agar bisa mampu beradaptasi saat puasa.
"Biasanya saya anjuran itu minggu pertama konsumsi obat pereda asam lambung. Ini karena minggu pertama orang biasanya penyesuaian, perih, karena biasanya makan sampai 6 hingga 8 jam, lalu ini 13 jam baru makan," papar Prof. Ari.
4. Hindari Makanan Pemicu saat Buka Puasa
Lantaran lambung hingga belasan jam dalam keadaan kosong, maka wajib memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa.
"Buka puasa itu prinsipnya makan yang manis-manis, tetapi coklat, keju lemak harus dikurangi," tutup Prof. Ari. (Sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5578 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4574 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2498 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2169 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2168 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan