Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




4 Langkah Persiapan Puasa Ramadan Bagi Penderita GERD

Sabtu, 19 Maret 2022, 21:25 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/cnnindonesia.com/4 Langkah Persiapan Puasa Ramadan Bagi Penderita GERD

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Bagi orang dengan Gastroesophageal Reflux Disease atau pengidap GERD, puasa Ramadan kerap jadi tantangan tersendiri. Ini karena puasa membuat lambung lebih lama tidak mendapatkan makanan, yang berisiko membuat GERD kambuh.

Sehingga menurut Ahli Penyakit Dalam sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Ari Fahrial Syam mengatakan sebelum memulai puasa orang dengan GERD harus melakukan sederet adaptasi.

GERD adalah penyakit asam lambung yang disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah.

Berikut ini langkah yang harus dipersiapkan orang dengan GERD sebelum menjalani puasa Ramadan menurut Prof. Ari, beberapa waktu lalu saat ditemui Suara.com:

1. Kendalikan Stres

Selama dua tahun ke belakang, khususnya selama pandemi, Prof. Ari menemukan peningkatan kasus GERD yang disebabkan karena stres dan cemas.

Sehingga melalui ibadah puasa, semakin banyak orang bisa menata kembali pikirannya agar tidak stres, dan penyakit asam lambung jadi terkendali.

"Jadi kesempatan saat puasa Ramadan, dia bisa mengatur ini, penting pengendalian diri sebetulnya," ujar Prof. Ari.

2. Persiapan Kontrol Pola Makan

Lantaran puasa membuat lambung baru terpapar makanan setelah 13 jam, maka adaptasi diperlukan agar GERD tidak kambuh.

"Orang dengan gerd karena makan tidak teratur, kendali diri tidak bagus, camilan yang tidak sehat. Jadi puasa itu bisa dimanfaatkan untuk perbaiki pola makan," jelasnya.

3. Lakukan Kontrol ke Dokter

Prof. Ari mengakui bahwa tidak mudah bagi pasien GERD beradaptasi dengan pola makan dalam 13 jam, sehingga ia perlu lakukan kontrol ke dokter.

Biasanya dokter akan memberikan obat untuk dikonsumsi di minggu pertama Ramadan, agar bisa mampu beradaptasi saat puasa.

"Biasanya saya anjuran itu minggu pertama konsumsi obat pereda asam lambung. Ini karena minggu pertama orang biasanya penyesuaian, perih, karena biasanya makan sampai 6 hingga 8 jam, lalu ini 13 jam baru makan," papar Prof. Ari.

4. Hindari Makanan Pemicu saat Buka Puasa

Lantaran lambung hingga belasan jam dalam keadaan kosong, maka wajib memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa.

"Buka puasa itu prinsipnya makan yang manis-manis, tetapi coklat, keju lemak harus dikurangi," tutup Prof. Ari. (Sumber : Suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami