Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Akun Resmi MotoGP Berikan Tanggapan Terkait Pawang Hujan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Akhirnya hujan di Sirkuit Mandalika berhenti. Balapan pun digelar dan para pembalap sudah bersiap-siap di posisi masing-masing.
Sebelumnya hujan lebat mengguyur Sirkuit Mandalika hingga menyebabkan beberapa pihak pesimis. Pihak panitia Sirkuit Mandalika sudah menyiapkan pawang hujan agar hujan bisa segera reda.
Sosok wanita yang diduga merupakan pawang hujan pun bekerja supaya hujan bisa reda. Beberapa kamera pun menyoroti aksi pawang hujan tersebut yang bekerja di Sirkuit Mandalika.
Bahkan tak sedikit dari pembalap justru menjadikan bahan tertawaan melihat aksi pawang hujan ini, salah satunya Fabio Quartararo.
Namun selang beberapa menit, hujan pun terhenti. Balapan bisa dilanjutkan kembali.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah ini gara-gara pawang hujan?
Bahkan akun Twitter resmi MotoGP menyebut kalau pawang hujan tersebut bekerja dengan baik, bisa menghentikan hujan.
Dalam cuitan di akun Twitter-nya, ia menyebut dengan kalimat optimis, "It Worked!".
Cuitan ini pun viral di media sosial dan mendapatkan respons dari warganet di kolom komentar.
"Hahaha.. Thank you. It's just culture. Believe it or not, its up to you guys. It just one way to pray hoping the rain stop. Appreciate it," tulis @rec***.
"Abis ini pawang hujannya banjir job soalnya udah promosi skala internasional," celetuk @shen***.
"Makanya sini ujan teruss, ternyata dipindahin kesini sama pawang ujan mandalika -_-," cuit @fir***.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3227 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 724 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman