Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Akun Resmi MotoGP Berikan Tanggapan Terkait Pawang Hujan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Akhirnya hujan di Sirkuit Mandalika berhenti. Balapan pun digelar dan para pembalap sudah bersiap-siap di posisi masing-masing.
Sebelumnya hujan lebat mengguyur Sirkuit Mandalika hingga menyebabkan beberapa pihak pesimis. Pihak panitia Sirkuit Mandalika sudah menyiapkan pawang hujan agar hujan bisa segera reda.
Sosok wanita yang diduga merupakan pawang hujan pun bekerja supaya hujan bisa reda. Beberapa kamera pun menyoroti aksi pawang hujan tersebut yang bekerja di Sirkuit Mandalika.
Bahkan tak sedikit dari pembalap justru menjadikan bahan tertawaan melihat aksi pawang hujan ini, salah satunya Fabio Quartararo.
Namun selang beberapa menit, hujan pun terhenti. Balapan bisa dilanjutkan kembali.
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah ini gara-gara pawang hujan?
Bahkan akun Twitter resmi MotoGP menyebut kalau pawang hujan tersebut bekerja dengan baik, bisa menghentikan hujan.
Dalam cuitan di akun Twitter-nya, ia menyebut dengan kalimat optimis, "It Worked!".
Cuitan ini pun viral di media sosial dan mendapatkan respons dari warganet di kolom komentar.
"Hahaha.. Thank you. It's just culture. Believe it or not, its up to you guys. It just one way to pray hoping the rain stop. Appreciate it," tulis @rec***.
"Abis ini pawang hujannya banjir job soalnya udah promosi skala internasional," celetuk @shen***.
"Makanya sini ujan teruss, ternyata dipindahin kesini sama pawang ujan mandalika -_-," cuit @fir***.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2212 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2091 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1552 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1435 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli