Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 24 Juli 2026
Selain Makan Kertas, Bocah Ini Juga Doyan Makan Sandal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
GI (3) bocah yang bertempat tinggal di Kampung Bulak Sukadana, Desa Jayasakti RT 02 RW 05, Muaragembong, Kabupaten Bekasi kerap melakukan aktivitas diluar nalar banyak orang.
Sempat viral karena aksinya makan kertas, GI juga doyan memakan sandal. Hal itu diakui oleh ibu GI.
"Waktu makan sendal kalo dibilang apa ya emang sering banget dah gitu, itungannya habis dia makan dua jam," ucap Pipit Setiawati (34), Selasa (22/3/2022).
Pipit mengaku harus membeli 5 pasang sendal tiap satu bulan, dikarenakan kerap jadi santapan GI
"Satu bulan saya ganti sendal sekitar lima pasang gitu," kata Pipit.
Perbuatan tidak lazim tersebut bermula sejak GI berusia 1 tahun. Pipit mengaku curiga saat itu karena melihat sendal di rumahnya selalu tidak utuh kondisinya.
"Keanehan itu waktu anak saya umur satu tahun, kok ini sendal banyak yang buntung gitu, saya perhatiin bocah ini makan sandal," jelas Pipit.
Pipit juga selalu melarang anaknya untuk memakan sendal, namun masih belum berhasil sampai saat ini, dikarenakan GI selalu ngamuk dan marah ketika dilarang.
"Sempat saya larang itu, namanya sandal-kan aneh, terus malah marah dia, ngamuk gitu," tutur Pipit.
Tidak hanya pihak sendal dari keluarga yang jadi korban dimakan sendalnya oleh GI, namun tetangganya juga.
"Sampe tetangga punya sendal yang bagus engga boleh meleng, nanti dibawa pulang terus di makan dirumah," ucap Pipit.
Makin tak lazim, sendal yang dimakan tersebut tidak hanya dikunyah, namun juga sampai ditelan.
"Saya kira mah cuma main-main biasa, dia kunyah-kunyah, tapi kemarin engga dia kunyah, itu dimakan sama dia," ungkap Pipit.
Selama periode dia makan sendal tersebut, GI belum pernah merasakan sakit. "Alhamdulillah enggak, enggak pernah ngeluh sakit dia," kata Pipit.
Keinginan kelurga juga ingin anaknya mendapatkan penanganan dari pihak rumah sakit untuk memperhatikan kondisi anaknya, namun belum sanggup karena kendala biaya.
"Kalo ke sanakan juga harus pake uang pak, suamikan bertani di tambak, saya di rumah gini aja gak ngapa-ngapain, hanya ibu rumah tangga," ungkapnya.
Pihak kelurga juga berharap anaknya akan bisa cepat kembali normal seperti anak-anak pada umumnya.
"Saya sih inginnya biar normal seperti anak lain, jangan sampai ada yang tidak kita inginkan gitu dari badannya kurang bagus atau gimana, ya saya pinginnya kedepannya dia sehat gitu aja lah," tutupnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3815 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1484 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1465 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1417 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1314 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun