Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Panca Walikrama di Pura Payogan, Puluhan Hewan Dihaturkan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Puluhan hewan dihaturkan atau dipersembahkan saat upacara Tawur Panca Walikrama di Pura Payogan Agung, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, yang puncaknya, Jumat (25/3). Puluhan hewan mulai dari kebo, kera, menjangan hingga angsa.
Bendesa Desa Adat Ketewel, I Wayan Ari Suthama mengatakan Karya Agung Panca Walikramaa dilaksanakan berdasarkan Sastra Dresta Kuno seperti Raja Purana Pura Payogan Agung.
Menurut Sastra, menggunakan sarana sejumlah binatang, diantaranya, Kebo Yusmerana, Kebo Anggrekulan, Kebo Klutuk sebanyak 16 ekor, Godel (anak sapi) sebanyak 6 ekor, Bojog Selem (kera hitam) sebanyak 2 ekor, Kambing Bang, Kambing Selem, Kambing Cemangi sebanyak 38 ekor, Celeng Alas, Celeng Butuan, Menjangan, Kidang, Bawi (babi) Asu (anjing) Bangbungkem, Itik, Angsa, Ayam dan lainnya.
Pendanaan Karya Agung Panca Walikrama bersumber dari pendapatan Usaha Desa seperti LPD Desa Adat, BUPDA, hasil bertani pelaba pura serta dana punia.
“Karya punoki boye je ngerastitiang krama lan jagat titiang ring Ketewel, sakewanten taler ngerastitiang krama lan jagat se-Bali, panegara Indonesia, meh-mehan ngrastitiang jagat makasami (Upacara ini bukan saja mendoakan masyarakat Ketewel, juga mendoakan Bali, Indonesia, dan semua jagad, red),” ujar Bendesa.
Pihaknya berharap, upacara ini bisa menyelamatkan dunia dari hal negatif. “Mangda kadurmanggalan jagat minakadi gering agung Covid-19 prasida kaparipurna mekaon ring jagate (Supaya pandemi Covid-19 bisa pergi dari jagad ini, red),” jelas Ari Suthama.
Karya Panca Walikrama Pura Payogan Agung tersebut juga dihadiri Wakil Gubenur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Dua pejabat daerah itu ngayah menari topeng.
Wagub Bali yang akrab disapa Cok Ace berharap, Karya Agung Panca Walikrama dapat memberikan tuntunan dan kerahayuan.
“Dumogi leluhur bethara bethari lelangit mapaica kerahayuan lan tuntunan majeng ring irage sareng sami. Karya ageng sane sampun kemargiang mangda praside memargi antar sida sidaning don (Semoga leluhur, para Batara memberi keselamatan dan tuntutan bagi kita. Upacara ini semoga berlangsung sukses, red),” imbuh Cok Ace.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3790 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1457 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1450 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1395 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1302 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun