Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Petani Buang Ratusan Tomat Sepanjang Jalan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Momen saat petani tomat membuang tomat-tomatnya di sepanjang jalan telah menjadi viral di media sosial. Diduga hal itu karena harga tomat yang anjlok.
Seperti yang terlihat dalam unggahan akun Instagram @terangmedia, Sabtu (26/3/2022), petani tomat itu membuang ratusan tomat hasil panennya di pinggir jalan.
"Anjloknya harga tomat membuat petani kesulitan untuk menjual hasil tomatnya sesuai harga yang diinginkan (seperti dulu)," tulis keterangan akun @terangmedia.
Petani tomat yang diduga merugi akibat harga tomat yang anjlok ini tidak sekadar membuang tomat hasil panennya. Petani ini membuang ratusan tomat hasil panennya rupa-rupanya untuk menggelar lapaknya di pinggir jalan agar tomatnya bisa terjual.
Hal itu dialami oleh petani tomat di Desa Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Lampung. Ia menggelar lapak ratusan tomatnya di pinggir jalan sementara para warga bisa membayar seikhlasnya tanpa patokan harga.
"Mereka menjual tomatnya dengan harga seikhlasnya, bahkan ada sebagian yang diberikan secara cuma-cuma," lanjut keterangan.
Dalam video, salah seorang warga merekam saat para warga mendatangi lapaknya di pinggir jalan.
"Pasar sore bu. Mari merapat mari merapat. Ayo merapat, tomat tomat, merah merah," ucap ibu-ibu yang berada di lapak.
Para warga berdatangan untuk mengambil tomat-tomat yang dibuang oleh petani di sepanjang jalan. Tomat yang dibuang oleh petani ini terlihat masih segar sehingga para warga berdatangan untuk mengambil tomat itu.
Bahkan, ada warga yang membawa karung untuk mengangkut tomat yang sengaja dibuang petani tersebut. Sontak, video yang memperlihatkan petani membuang tomat di sepanjang jalan itu lantas menuai perhatian warganet.
"Harusnya penanaman bergilir. Jangan srmua 1 jenis tanaman. Jadi ada rotasi dan tidak kelebihan stock," tulis salah seorang warganet di kolom komentar.
"Gimana ini pemerintah ga bisa sejahterakan petani,kok gini amat ya, pemerintahnya lagi sibuk pindah ibukota," ujar warganet.
"Begini lebih bagus daripada di buang ke sungai," komentar warganet.
"Sangat disayangkan bagi para petani. Harga panen anjlok sedangkan pupuk mahal," tulis warganet.
"Mesti diajarin cara pengelolaan panen, jadi kalau panen melimpah gak dibuang kayak gini. Harga anjlok kan karena stock melimpah," imbuh yang lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3790 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1457 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1450 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1395 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1302 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun