Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Virus ASF Serang Babi Hingga Mati Disebut Tidak Akan Hilang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Virus African Swine Fever (ASF) yang umumnya menyerang babi disebut tidak akan mampu hilang. Kasus Virus ASF di Bali sempat naik pada Desember 2021 dan Februari 2022 dengan faktor penyebaran virus belum diketahui pasti.
"Dari 27 sampel diterima hampir 24 sampel terkonfirmasi Virus ASF. Memang aktivitas Virus ini tinggi, artinya dalam fase tertentu memang virus ini meningkat," jelas, Guru Besar Virologi Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Mahardika belum lama ini di Badung.
Adapun beberapa hal penting perlu diperhatikan para peternak di beberapa daerah di Bali, khususnya dalam upaya mencegah meluasnya penyebaran Virus ASF. Yakni mulai dari tidak membiarkan sembarang orang masuk kandang babi, meletakkan jaring di sekeliling kandang, dan melakukan disenfeksi rutin serta dapat mempethatikan pakan ternak juga.
"Jadi faktor penting pemicunya adalah, pakannya kemudian dari orang yang lalu lalang masuk kandang mungkin bisa jadi hal ini yang membaw ASF ke kandang Babi," ujarnya.
[bbseparator}
Selain jenis virus ASF ada juga beberapa macam virus dapat menyerang babi mulai dari, Kolera, Sirko virus, Diare pada anak Babi. Intinya aktivitas virus ASF sangat tinggi dan fatal bahkan dapat mengakibatkan 100 persen babi mati.
"Tentu penting biosecurity sedapat mungkin harus berkala dilakukan," cetusnya.
Saat ini, Universitas Udayana juga telah bekerja sama dalam hal pengembangan vaksin dan bekerja untuk pengembangan formula serum untuk Babi yang sudah sakit ini semacam obat.
Tentu harapanya dalam waktu dekat dapat beredar ke tengah-tengah masyarakat. Tetapi, untuk proses produksi Udayana tidak mempunyai kapasitas proses produksinya. Jadi, harus bekerja sama dengan swasta untuk proses pengembangan dan pengedaran.
"Penelitian ini sudah masuk tahun ke-3 dari tahun 2021 sudah diuji coba dan hasilnya baik, sekarang inovasinya sudah dibeli oleh swasta tinggal menuju proses produksi," pungkas Mahardika.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan