Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Gantikan Twitter, Elon Musk Siapkan Media Sosial Baru
BERITABALI.COM, DUNIA.
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk mengaku serius untuk membuat platform media sosial baru. Ide ini muncul sekaligus jadi kritikan Musk karena Twitter dianggap mengekang kebebasan berbicara.
"Mengingat Twitter sekarang seolah dikendalikan pemerintah, ini mengekang kebebasan bicara secara fundamental merusak demokrasi. Apa yang harus dilakukan?" cuit Musk dalam akun Twitternya, dikutip dari CNN, Senin (28/3/2022).
Ia kemudian bertanya, "apakah platform media sosial baru perlu dibuat?".
Ide ini muncul sehari setelah ia melakukan jajak pendapat di Twitter terkait kebebasan berbicara yang diterapkan di platform tersebut.
Polling ini kemudian ditanggapi oleh 2 juta pengguna, di mana pilihan 'tidak' menjadi yang dominan dengan persentase 70,4 persen.
Jika Musk benar-benar meluncurkan platform sendiri, ia akan bergabung dengan tokoh dan perusahaan teknologi lain, minggat dari Twitter demi memperjuangkan kebebasan berekspresi.
Misalnya ada Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang meluncurkan Truth Social sebagai pengganti Twitter pada Februari lalu.
Sementara media sosial alternatif yang bisa dipakai selain Twitter adalah Rumble, Parler, dan Gettr.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3790 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1452 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1447 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1394 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1301 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun