Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Museum Subak Tabanan Masih Diminati Wisatawan Asing
BERITABALI.COM, TABANAN.
Akibat pandemi Covid-19 kunjungan ke Museum Subak, Tabanan menurun drastis. Meski begitu, pada awal tahun ini masih ada wisatawan asing yang berkunjung.
Selain itu, mahasiswa dari luar Pulau Dewata seperti Surabaya dan Yogyakarta masih ada yang datang.
"Masih relatif kecil. Sampai Maret 2022 baru 18 orang," kata Kepala UPT Museum Subak Tabanan, Ida Ayu Nyoman Ratna Pawitrani, Minggu (3/4).
18 pengunjung itu, beberapa di antaranya merupakan wisatawan asing asal Perancis, Jerman dan Belgia yang tertarik akan keunikan sistem pertanian Subak.
"Prancis satu orang. Dari Jerman satu orang. Dan Belgia dua orang," jelasnya.
Adanya kunjungan wisatawan asing Ini dimungkinkan karena di awal Maret pemerintah telah melonggarkan sejumlah kebijakan yang terkait pembatasan pelaku perjalanan orang dari negara lain atau dalam negeri. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, jumlah kunjungan ke Museum Subak menurun drastis.
Rata-rata kunjungan pertahun sebelum pandemi terjadi pada 2020 lalu, jumlahnya bisa mencapai enam ribu orang pengunjung. Namun sejak pandemi, jumlahnya merosot menjadi 555 orang pengunjung pada 2020.
"Tahun lalu tercatat hanya 115 atau 119 orang," ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5880 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan