Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Inggris dan Rusia Bergantian Melobi India
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pejabat kedua negara silih berganti sambangi New Delhi di tengah tarik ulur diplomasi seputar invasi Rusia ke Ukraina. Moskow ingin menjamin pertalian militer, sementara India berusaha kurangi kebergantungan dari Rusia.
Krisis diplomasi akibat Invasi Rusia terhadap Ukraina perlahan membuat India terdesak. New Delhi saat ini masih sangat bergantung dari impor senjata Rusia, namun juga berharap besar pada aliansi pertahanan The Quad bersama AS, Australia dan Jepang untuk melawan Cina.
Setelah menemui rekan sejawatnya di Cina pekan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada Jumat (1/4) melawat ke New Delhi untuk menemui Menlu Subrahmanyam Jasihankar.
"Kami sangat menghargai bahwa India melihat situasi ini dengan menimbang semua fakta, dan tidak hanya satu pihak,” katanya begitu tiba di India.
"Kami akan terus melanjutkan kerjasama di bidang energi, sains dan teknologi, antariksa, serta industri farmasi,” imbuh Lavrov.
Jaishankar mengatakan, kedua negara selama ini memandang penting perluasan kerjasama bilateral, namun menimbang perlunya pembahasan lebih lanjut di tengah "situasi internasional yang sulit.”
"India, sebagaimana yang Anda tahu, selalu mendukung langkah mengatasi perbedaan dan sengketa melalui dialog dan diplomasi,” kata dia.
Lavrov dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Narendra Modi sebelum kembali ke Moskow pada Jumat (1/4) malam. Delegasi pejabat tinggi kedua negara antara lain diagendakan membahas mekanisme pembayaran minyak dengan mata uang Rubel dan Rupee.
Pertalian dagang itu kini dipersulit oleh sanksi ekonomi terhadap Rusia.
Pendekatan barat
Di Washington, wakil penasehat keamanan nasional, Daleep Singh mengatakan, pemerintah Amerika Serikat tidak akan menetapkan "garis merah” bagi India untuk mengimpor minyak dari Rusia.
Tapi dia mengakui pihaknya tidak ingin melihat adanya "akselerasi dramatis” dalam jumlah pembelian.
Hal serupa diungkapnya Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, saat berkunjung ke India untuk menemui rekan sejawatnya, Jasihankar, Kamis (31/1). Keduanya membahas kerjasama pertahanan, seiring upaya New Delhi mengurangi kebergantungan dari Rusia, kata seorang pejabat India kepada AP.
Liz Truss berusaha membujuk India agar menaati sanksi barat terhadap Rusia, dengan menutup akses Moskow terhadap cadangan emas, serta keuntungan dari perdagangan minyak dan gas. Dia mengatakan, hal yang sama akan dibahas pekan depan dalam KTT G7 yang mengagendakan kebergantungan energi terhadap Rusia.
Negara-negara barat sempat dibuat kecewa oleh keengganan India mengecam invasi Rusia terhadap Ukraina. Dalam sebuah pertemuan terpisah di New Delhi, Truss menegaskan pentingnya bagi negara-negara demokrasi di dunia untuk menentang agresi Presiden Vladimir Putin.
"Jika dia berhasil menggulingkan sebuah negara berdaulat, lantas pesan seperti apa yang akan diterima oleh agresor lain?” tukasnya di Forum Staregis India-Inggris.
"Dampak krisis ini sangat luas. Hal ini menggarisbawahi pentingnya bagi negara-negara yang sepemikiran untuk saling memperkuat kooperasi, dan bagi kami untuk bekerjasama secara lebih erat dengan India.”(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5935 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan