Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 18 Juli 2026
Kecelakaan Lalu Lintas Masih Sumbang Angka Kematian Tertinggi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan angka kecelakaan di Indonesia masih tinggi setiap tahunnya.
Dari data terbaru yang dirilis awal April lalu oleh pihak Korlantas, terbukti kecelakaan masih menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi menyatakan bahwa 2021, puluhan ribu orang terdata meninggal akibat alami kecelakaan.
Tercatat di tahun 2021, ada sebanyak 25.226 orang meninggal dunia akibat kecelakaan kendaraan bermotor.
Menurutnya, sebagaimana diketahui bersama selama ini, kecelakaan merupakan salah satu kontribusi penyebab kematian di Indonesia.
"Data dari kematian akibat kecelakaan pertahun menembus angka 25.266 orang,” kata Firman, dikutip dari NTMC Polri.
Firman menyatakan, setiap bulannya ada 2 ribu orang meninggal akibat kecelakaan di seluruh Indonesia.
Karena hal tersebut, Korlantas mencatat setiap harinya ada 70 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan.
“Kecelakaan kendaraan di jalan tol kebanyakan terjadi saat dini hari hingga pagi. Adapun rentang waktunya, sekira pukul 03.00 hingga 09.00,” ungkapnya. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3716 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1397 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1333 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1261 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1099 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun