Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Melaspas Rumah Freezer "Layon" untuk Krama Hindu Mataram
BERITABALI.COM, NTB.
Bertepatan dengan rahina Purnama, Sabtu (16/4) lalu, Kebendesaan Mataram Selatan (Karang Medain), Kota Mataram melaksanakan upakara Pemlaspas rumah layon atau mayat, untuk krama setempat.
Ada dua freezer yang digunakan oleh krama kepaten (keluarganya meninggal, red) tanpa dipungut biaya. Penggunaan freezer untuk orang meninggal di kalangan umat Hindu khususnya di Mataram semakin umum.
Selama layon (mayat) di rumah sebelum proses upacara pemakaman (ngaben) selagi menunggu duasa (hari baik). Yang dulunya layon (mayat) diformalin, kini beralih disimpan dalam freezer. Selain mayat lebih segar, biaya formalin juga relatif mahal, hampir Rp1,5 juta rupiah.
"Mahalnya biaya formalin menjadi beban bagi masyarakat yang kepaten (keluarganya meninggal) khususnya masyarakat tidak mampu," jelas Insinyur Made Slamet, Pembina Perkumpulan Dagang Canang Kota Mataram, yang juga anggota dewan DPRD NTB, Selasa (19/4).
Made Slamet yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram ini menjelaskan, melihat kondisi ini, kemudian diprogramkan pengadaan freezer mayat. Bekerjasama dengan Kebendesaan yang ada di Kota Mataram, sebagai pengelola agar kebersihan dan kesucian freezer tetap terjaga.
"Sampai saat ini sudah dua Kebendesaan yang sudah mengadakan. Yaitu Kebendesaan Mataram Selatan dan Mataram Utara. Masing-masing Kebendesaan ada dua freezer lengkap dengan biaya bangunan penyimpanannya (rumah freezer)," jelas Made Slamet.
Pihaknya terus mensosialisasikan kepada krama Hindu Kota Mataram tentang program ini. Terkendala tidak semua kuburan atau Pura Dalem ada penunggunya yang sekaligus sebagai perawat dan penjaga freezer. Sehingga jumlahnya terbatas terkadang berebutan untuk memakainya.
Untuk itu Made Slamet dan jajarannya menyarankan kepada pengurus Pura Dalem atau Kebendesaan untuk melengkapi penjaga. Karena program pengadaan freezer layon (mayat) ini direspon dengan antusias oleh masyarakat.
"Kami siap memprogramkan freezer layon kalau masyarakat siap untuk menjaga dan merawat," kata Made Slamet.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4320 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1875 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1369 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan