Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Korupsi LPD Serangan Rp6 Miliar, Warga Minta Segera Diusut
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Warga beberapa Banjar di Serangan, Denpasar berharap segera mungkin kasus dugaan korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Serangan pada Tahun 2015-2020 sebesar lebih dari Rp6 miliar dapat diusut tuntas.
"Harapan saya sebelum Akhir Mei 2020 harus selesai penentuan dan penetapan tersangka, kalau dalam waktu bulan Mei ini tidak bisa diselesaikan kami akan mengadu kepada Kejaksaan Agung, ke Komisi mengawasi soal kerja Kejari," ungkap Kelian Adat Banjar Kaja, Serangan, I Wayan Patut, Selasa,(19/4) di Serangan, Denpasar.
Bahkan, dirinya akan minta klarifikasi ke Kejati karena semenjak kasusnya dilempar ke Kejari kasus ini tidak selesai. Pihaknya juga memohon kepada pihak Kejati untuk ikut bersikap dalam mengawasi kinerja dari Kejari.
Dari hasil temuan, baik sebagai kelihan, sekaligus sebagai pelapor sangat keberatan jika kasus LPD Serangan sampai saat ini berlarut-larut karena kasus LPD membuat beberapa kasus lain muncul di Desa Adat Serangan.
"Jika ini tidak diselesaikan sesegera mungkin, kita khawatir akan banyak lagi masalah muncul. Kasus ini harus diselesaikan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Karena, banyak sekali masyarakat memiliki tabungan dan deposito sampai sekarang tidak bisa diambil," katanya.
Dilihat dari kepemilikan deposito diperkirakan ada sekitar Rp2,8 miliar dan tabungan lebih dari Rp1 miliar. Dilihat dari deposito riil yang dimiliki masyarakat paling banyak hanya ada 5 sampai 10 orang saja.
"Kenapa tidak dikembalikan dulu Deposito dan Tabungan masyarakat tersebut. Malahan LPD beroperasi hanya untuk memungut dan menagih kepada warga yang punya hutang dan wajib untuk membayar," ucapnya.
Di tempat terpisah Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyanta di Denpasar menyampaikan, Kejaksaan Negeri Denpasar khususnya bidang Tindak Kriminal Khusus tetap melaksanakan atau melakukan penyidikan terhadap LPD Desa Adat Serangan.
Pihaknya sampai saat ini telah memeriksa 2 orang saksi yakni, dari LPD Provinsi dan Auditor. Adapun total kerugian secara terperinci masuk miliaran rupiah.
"Untuk perkembangan kasus LPD tetap kita melakukan penyidikan, masih melakukan pendalaman kepada pemeriksaan saksi-saksi. Total saksi telah dilakukan pemeriksaan pada saat ini belasan orangan. Sedangkan, untuk tersangka telah dikantongi namun akan disampaikan saat penetapan tersangka," ucapnya.
Terkait target, ia berupaya secepatnya untuk penetapan tersangka sampai nantinya benar-benar memegang semua bukti-buktinya.
"Untuk saksi-saksi pasti akan terus berkembang serta pemeriksaan akan kita kejar terus", pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2284 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1820 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1576 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1021 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun