Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Presiden China Derita Aneurisma Otak, Kenali Tanda-Tandanya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden China, Xi Jinping menderita aneurisma otak dan harus dirawat di rumah sakit sejak akhir tahun 2021 lalu. Xi Jinping lebih senang dirawat menggunakan obat-obatan tradisional Tiongkok daripada menjalani operasi yang mengencerkan pembuluh darah dan mengecilkan aneurisme.
Kabar mengenai kondisi kesehatannya ini sudah muncul ketika Xi Jinping tidak menghadiri pertemuan dengan para pemimpin asing sejak merebaknya virus corona Covid-19 hingga tiba Olimpiade Musim Dingin Beijing.
Pidatonya di depan publik pada Oktober 2020 lalu juga memperlihatkan kemampuan bicara yang melambat, batuk-batuk, dan penampilannya yang berbeda. Sejak itu, publik sudah berspekulasi kondisi kesehatannya tidak baik.
Laporan resmi mengenai kondisi kesehatan Presiden China, Xi Jinping ini muncul ketika ekonomi China sedang mengalami banyak tekanan. Sebagian besar disebabkan oleh konflik antara Rusia dan Ukraina, serta kebijakan terkait pandemi Covid-19.
Aneurisme otak yang diderita Xi Jinping ini juga dikenal sebagai aneurisma serebral, yakni suatu kondisi ketika tonjolan terbentuk d salah satu pembuluh darah otak.
Tonjolan ini muncul di tempat terlemah dari pembuluh darah otak ketika mengembang, pecah dan berdarah di otak, yang menyebabkan perdarahan subarachnoid dan bisa mengakibatkan stroke hemoragik.
Biasanya, tubuh tidak akan menunjukkan gejala aneurisma otak sampai pecah. Sebagian besar aneurisma otak tidak memiliki gejala dan berukuran kecil.
Tapi, aneurisme yang lebih kecil mungkin memiliki risiko pecah yang lebih rendah. Pecahnya aneurisma mungkin disebabkan oleh kebocoran darah dalam jumlah kecil.
Gejala umum kondisi ini pun berupa sakit kepala, sakit mata, perubahan penglihatan dan gerakan mata berkurang.
Karena itu, seseorang mungkin akan mengalami sakit kepala yang parah, kekakuan pada leher, mual, muntah, kantuk, sakit mata, kehilangan kesadaran, setelah pecahnya aneurisma.
Tekanan darah tinggi, kehilangan keseimbangan, kepekaan terhadap cahaya, nyeri kaki, nyeri pada punggung, keterbatasan fungsi pada hidung dan lidah juga termasuk gejalanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan