Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
100 Kasus, Rabies di Jembrana Masuk Kejadian Luar Biasa
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Jembrana semakin mengkhawatirkan dimana saat ini sudah menginjak di angka 101 kasus positif.
Penyakit rabies di Jembrana kini pun masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) karena berturut-turut kasus meninggal karena gigitan anjing rabies. Setelah warga Desa Pergung, Mendoyo, Jembrana meninggal diduga terinfeksi virus rabies, kini kembali seorang anak juga meninggal usai tergigit anjing diduga terjangkit rabies.
Selama lima bulan terakhir, di tahun 2022 ini sudah tercatat 101 kasus gigitan anjing yang positif rabies di Jembrana.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan berbagai upaya dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Kesehatan Hewan dan Viteriner Jembrana untuk mengantisipasi penyebaran rabies ini.
Hal itu dilakukan baik lewat sosialisasi maupun vaksinasi rabies jemput bola ke masyarakat. Terkait kasus meninggal seorang anak setelah digigit anjing rabies, pihaknya menekankan agar masyarakat lebih proaktif melaporkan jika tergigit anjing agar mendapatkan penanganan sesuai prosedur atau SOP.
Jumlah kasus rabies di Jembrana dari bulan Januari hingga Mei 2022 sudah tercatat 100 kasus. Angka tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2021.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 862 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 820 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 790 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 420 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun