Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Produsen Pedetan di Jembrana Diajak Kembangkan Produk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Produsen pedetan di Kabupaten Jembrana diajak untuk mulai mengembangkan variasi produk guna menarik minat konsumen.
Variasi produk pedeten yang merupakan produk olahan ikan lemuru kering dengan bumbu Bali yang dianjurkan yaitu dari segi pilihan rasa dan pengemasan produk.
“Kita harapkan ada pilihan rasa sehingga konsumen bisa memilih sesuai dengan kesukaan mereka. Contoh ada varian, pedetan lemuru original, pedetan lemuru balado, pedetan lemuru pedas manis, pedetan layur, pedetan tamban, pindang tongkol, pindang lemuru, pindang cakalang,” kata Ketua Tim Program Pengabdian Masyarakat (PKM), Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, STP., MSi.
Hal itu diungkapkannya dí sela-sela memberikan penyuluhan dan pendampingan pada Kelompok Mina Sari Sejahtera, Desa Perancak Kecamatan Jembrana pada Jumat (20/5).
Ayu Suardani yang didampingi anggota tim Ir. I Putu Candra, MP, Ir. I Nyoman Rudianta, M.Agb, dan Ir. Ni Komang Armaeni, ST., MT menyebutkan hambatan lainnya para produsen pedetan selama ini cenderung masalah pengelolaan produksi dan pemasaran.
Para produsen memerlukan teknologi tepat guna dalam pengolahan produk pengolahan ikan, pengetahuan mengenai cara pengolahan yang baik, sanitasi dan higiene pengolahan, penyimpanan dan pengemasan, pemasaran, serta manajemen usaha.
Menurutnya, proses pengolahan hasil perikanan yang beragam pada tiap desa menjadikan ciri khas tersendiri bagi desa penghasil.
Hal tersebut juga mempengaruhi adanya kualitas dan keamanan pangan yang berbeda. Dampaknya produk yang dihasilkan tidak seragam secara kuantitatif maupun kualitatif, dengan daya awet yang bervariasi sehingga sulit untuk distandarisasikan.
“Oleh karena itu perlu pengembangan pengolahan tradisional dengan beberapa upaya perbaikan dengan penerapan kelayakan dasar pada pengolahan pangan. Aspek manajemen mutu dan keamanan bahan baku dan produk perlu dikaji untuk pengembangan usaha, dan pengembangan pemasaran produk,” ujar Ayu Suardani yang juga merupakan Kaprodi Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Unwar.
Ayu Suardani menyebutkan jika pengolahan ikan secara tradisional memiliki prospek dan peluang pengembangan yang semakin baik. Pengolahan ikan secara tradisional cenderung sangat kompleks dan lebih banyak didasarkan pada konsepsi yang diwariskan secara turun temurun.
Terdapat beberapa kelompok pengolah hasil perikanan yang ada di Kabupaten Jembrana, salah satunya ada di desa Perancak. Kelompok pengolah ikan Mina Sari Sejahtera yang ada di Desa Perancak Kecamatan Perancak Kabupaten Jembrana, diketuai oleh Ni Wayan Darwati, terbentuk pada tahun 2019 dengan jumlah anggota sebanyak 10 orang.
Kelompok ini memproduksi rata-rata 25-50 kg ikan mentah per hari, dengan omzet Rp. 250.000 – Rp. 500.000 per hari. Kelompok ini sudah memiliki pembukuan sederhana untuk mencatat keuangan dan kegiatan simpan pinjam anggota kelompok.
Hasil olahan ikan yang telah diproduksi biasanya dipasarkan ke pasar-pasar di sekitar desa, sampai ke Kecamatan Negara.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 894 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah