Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Keanggotaan Ukraina di Uni Eropa Diperjelas Pekan Depan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pihaknya akan memberikan sinyal yang jelas terkait status Ukraina sebagai kandidat Uni Eropa pada minggu depan. Dalam kunjungan dadakan ke Kyiv pada Sabtu (11/6), dia berdialog dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
"[Pembicaraan ini] akan memungkinkan kami untuk menyelesaikan penilaian kami pada akhir minggu depan," kata von der Leyen seperti dikutip dari AFP, Minggu (12/6).
Zelensky telah mendesak agar secepatnya masuk jadi anggota Uni Eropa demi mengurangi kerentanan geopolitik Ukraina sejak invasi Rusia Februari lalu.
Akan tetapi, para pejabat dan pemimpin blok memperingatkan, status pencalonan hingga keanggotaan bisa memakan waktu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.
Sejak perang dimulai, ini adalah kali kedua kunjungan von der Leyen di Kyiv. Zelensky memperingatkan ini jadi waktu yang menentukan bagi Uni Eropa sebab menurutnya invasi Ukraina adalah awal dari invasi-invasi lain di Eropa.
"Rusia ingin merusak persatuan Eropa, ingin membiarkan Eropa terpecah dan ingin membiarkannya lemah. Seluruh Eropa adalah target Rusia. Ukraina hanya tahap pertama dalam agresi ini," katanya.
Terlepas dari keberatan di antara beberapa negara anggota, para pemimpin Uni Eropa diharapkan dapat menyetujui status kandidat Ukraina pada pertemuan puncak pada 23-24 Juni dengan persyaratan ketat.
Sementara masih menanti statusnya yang 'menggantung', Zelensky menyoroti bahaya krisis pangan Ukraina menyusul blokade Rusia terhadap pelabuhan Laut Hitam Ukraina.
"Krisis pangan yang akut dan parah dan kelaparan,..kekurangan bahan makanan pasti akan mengakibatkan kekacauan politik. [Semua itu] konsekuensi langsung dari tindakan Rusia," kata Zelensky dalam pidatonya di KTT keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (11/6).
Dalam pertemuan ini pula, dia mendesak dukungan internasional untuk mengakhiri blokade. Ia pun berbicara pada salah satu delegasi, Menteri Pertahanan China Wei Fenghe.
Wei pun menegaskan kembali posisi China dalam krisis di Ukraina. Pihaknya mendukung negosiasi damai dan berharap "NATO akan melakukan pembicaraan dengan Rusia."
"Mengenai krisis Ukraina, China tidak pernah memberikan dukungan material apa pun kepada Rusia," kata Wei.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2749 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1083 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 477 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 389 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun