Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Keanggotaan Ukraina di Uni Eropa Diperjelas Pekan Depan

Minggu, 12 Juni 2022, 21:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Keanggotaan Ukraina di Uni Eropa Diperjelas Pekan Depan

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pihaknya akan memberikan sinyal yang jelas terkait status Ukraina sebagai kandidat Uni Eropa pada minggu depan. Dalam kunjungan dadakan ke Kyiv pada Sabtu (11/6), dia berdialog dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

"[Pembicaraan ini] akan memungkinkan kami untuk menyelesaikan penilaian kami pada akhir minggu depan," kata von der Leyen seperti dikutip dari AFP, Minggu (12/6).

Zelensky telah mendesak agar secepatnya masuk jadi anggota Uni Eropa demi mengurangi kerentanan geopolitik Ukraina sejak invasi Rusia Februari lalu.

Akan tetapi, para pejabat dan pemimpin blok memperingatkan, status pencalonan hingga keanggotaan bisa memakan waktu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.

Sejak perang dimulai, ini adalah kali kedua kunjungan von der Leyen di Kyiv. Zelensky memperingatkan ini jadi waktu yang menentukan bagi Uni Eropa sebab menurutnya invasi Ukraina adalah awal dari invasi-invasi lain di Eropa.

"Rusia ingin merusak persatuan Eropa, ingin membiarkan Eropa terpecah dan ingin membiarkannya lemah. Seluruh Eropa adalah target Rusia. Ukraina hanya tahap pertama dalam agresi ini," katanya.

Terlepas dari keberatan di antara beberapa negara anggota, para pemimpin Uni Eropa diharapkan dapat menyetujui status kandidat Ukraina pada pertemuan puncak pada 23-24 Juni dengan persyaratan ketat.

Sementara masih menanti statusnya yang 'menggantung', Zelensky menyoroti bahaya krisis pangan Ukraina menyusul blokade Rusia terhadap pelabuhan Laut Hitam Ukraina.

"Krisis pangan yang akut dan parah dan kelaparan,..kekurangan bahan makanan pasti akan mengakibatkan kekacauan politik. [Semua itu] konsekuensi langsung dari tindakan Rusia," kata Zelensky dalam pidatonya di KTT keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (11/6).

Dalam pertemuan ini pula, dia mendesak dukungan internasional untuk mengakhiri blokade. Ia pun berbicara pada salah satu delegasi, Menteri Pertahanan China Wei Fenghe.

Wei pun menegaskan kembali posisi China dalam krisis di Ukraina. Pihaknya mendukung negosiasi damai dan berharap "NATO akan melakukan pembicaraan dengan Rusia."

"Mengenai krisis Ukraina, China tidak pernah memberikan dukungan material apa pun kepada Rusia," kata Wei.(sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami