Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Gegara Ini, Bill Gates Sebut Investor NFT Orang Paling Bodoh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, tetap tidak tertarik dengan cryptocurrency (kripto) dan aset digital non-fungible token (NFT), meskipun kedua investasi berbasis internet ini banyak menyedot perhatian masyarakat terutama generasi muda.
Dalam acara "Tech Crunch Sessions: Climate 2022", Gates menyindir NFT Bored Ape Yacht Club dengan mengatakan "Jelas sekali, gambar digital monyet yang mahal akan sangat memajukan dunia. Itu sangat luar biasa," cibir Bill Gates, seperti dikutip dari Bitcoin.com, Kamis (16/6/2022).
NFT Bored Ape Yacht Club adalah sebuah ruang virtual yang diperuntukkan bagi anggota berkapasitas maksimal 10 ribu yang memberikan akses ke sejumlah hal eksklusif bagi para anggotanya. Salah satu NFT Bored Ape yang pernah terjual mencapai US$24,4 juta pada September 2021. Sederet artis juga memiliki NFT ini, mulai dari Justin Bieber, Eminem, hingga Snoop Dogg.
Namun, Gates kemudian mengklarifikasi ucapannya dengan mengatakan bahwa ia lebih memilih investasi di aset yang lebih 'terlihat'.
"Saya terbiasa dengan aset seperti pertanian di mana mereka memiliki output atau perusahaan tempat mereka membuat produk."
Bill Gates juga berbicara tentang cryptocurrurency & NFT. Menurutnya, aset itu adalah, "kelas aset yang 100% didasarkan pada semacam The Greater Fool Theory (teori bodoh terbesar) bahwa seseorang akan membayar lebih untuk itu daripada saya."
The Greater Fool Theory menjelaskan bahwa akan selalu ada orang yang lebih bodoh di pasar dan mereka siap membayar berdasarkan penilaian yang lebih tinggi untuk aset yang sudah dinilai terlalu tinggi. Namun, pada akhirnya, ketika tidak ada lagi yang bersedia membayar lebih tinggi, harga aset akan menurun tajam, membuat investor menjadi rugi besar di investasi yang tidak lagi berharga.
Bill Gates menambahkan dirinya tidak berinvestasi pada aset yang memiliki semacam anonimitas, yang memungkinkan pemiliknya menghindari pajak atau segala jenis aturan pemerintah.
Miliarder itu juga mengklaim bahwa upaya perbankan digital yang dia dukung melalui yayasan filantropisnya "ratusan kali lebih efisien" daripada cryptocurrency.(sumber: cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan