Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 21 Juni 2026
Turki Tahan Kapal Rusia Diduga Bawa Gandum Curian
BERITABALI.COM, DUNIA.
Turki menahan kapal kargo berbendera Rusia, Zhibek Zholy, yang diduga dipakai untuk membawa gandum curian dari Ukraina. Duta Besar Ukraina untuk Turki, Vasyl Bodnar, melaporkan bahwa kapal itu ditahan aparat setempat pada Minggu (3/7).
Merujuk pada dokumen yang dilihat Reuters, Ukraina memang sudah lama meminta Turki menahan kapal Rusia tersebut atas dugaan pencurian gandum.
"Berdasarkan permintaan, kapal bernama Zhibek Zholy ditahan di Pelabuhan Karasu. Tuduhan yang diarahkan sedang diselidiki dengan seksama," ujar seorang pejabat Turki yang enggan diungkap identitasnya.
Pejabat itu menegaskan bahwa "Tak tertulis gandum itu milik siapa."
Ia memastikan bahwa Turki akan berkoordinasi langsung dengan Rusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait isu ini.
Masalah ini bermula pada Jumat pekan lalu, ketika pejabat maritim Ukraina mengatakan kepada Reuters, kapal Zhibek Zholy memasukkan sekitar 4.500 ton gandum ke satu kapal di Berdyansk.
Berdyansk sendiri terletak di Zaporizhzhia, kawasan yang kini dikuasai Rusia. Sejak invasi dimulai pada 24 Februari lalu, Ukraina memang kerap menuding Rusia mencuri gandum dari pelabuhan-pelabuhan mereka yang akhirnya memicu krisis pangan di sejumlah negara.
Meski demikian, Rusia terus membantah laporan ini. Pekan lalu, Rusia akhirnya menarik pasukannya dari Pulau Ular. Di Pulau Ular, terdapat pelabuhan jalur keluar masuk gandum Ukraina. Selama ini, Ukraina menuding Rusia mencuri gandum melalui jalur di Pulau Ular.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa penarikan pasukan ini merupakan iktikad baik agar Ukraina dapat mengekspor bahan agrikultur.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun