Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Apakah Aktivitas Seksual Menyebabkan Serangan Jantung?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dulu, serangan jantung identik sebagai penyakit yang hanya diderita oleh orang tua. Namun kini, kelompok lebih muda juga memiliki risiko terkena masalah kardiovaskular tersebut.
Tak jarang pula ada informasi mengenai kondisi yang berisiko membuat orang terkena serangan jantung, mulai dari aktivitas fisik berlebih hingga aktivitas seksual seperti berhubungan badan.
Baca juga:
7 Tips Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Dini
Belum lama ini, lelaki asal India bernama Ajay Parteki yang masih berusia 28 tahun, diberitakan meninggal dunia saat melakukan hubungan seksual dengan pacarnya.
Dikutip dari Hindustan Times, seorang dokter ahli jantung Dr. Abhinit Gupta dari RS Regency memberika jawaban terkait apakah aktivitas seksual menjadi faktor risiko terjadinya serangan jantung.
Kata Dr. Gupta, hubungan seksual adalah aktivitas fisik alami yang sama seperti aktivitas fisik lainnya. Ini, kata Dr. Gupta, bukan faktor risiko serangan jantung terutama bagi orang dengan jantung yang sehat dan populasi umum lainnya.
Sementara bagi yang memiliki masalah jantung, aktivitas seksual memang terbukti meningkatkan detak jantung. Hanya saja orang dengan kondisi jantung stabil tidak perlu khawatir dengan hal tersebut.
"Jika Anda dapat menaiki tangga atau joging atau berjalan tanpa kesulitan, Anda aman untuk berhubungan seks. Manfaat jangka panjang dari aktivitas fisik secara teratur termasuk seks jauh lebih besar daripada risikonya," Dr. Gupta meyakinkan.
Namun, ahli jantung itu juga memperingatkan bahwa jika terjadi nyeri dada, sesak napas atau detak jantung tidak teratur, maka ia harus menjauhkan diri dari aktivitas fisik yang berat, termasuk seks.
"Jika seseorang menggunakan obat-obatan karena masalah jantung, ia harus selalu berdiskusi dengan dokter sebelum meminum pil yang dijual bebas untuk disfungsi ereksi, karena beberapa dapat menurunkan tekanan darah secara berbahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan obat jantung."
Baca juga:
6 Buah Ini Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol
Menurut Dr. Gupta, kemungkinan mengalami serangan jantung saat melakukan aktivitas seksual sangat rendah. Untuk setiap 10.000 orang yang berhubungan seks seminggu sekali, hanya dua hingga tiga yang berisiko mengalami serangan jantung.
Hubungan seksual sendiri meningkatkan kebutuhan jantung terhadap oksigen dan meningkatkan detak jantung serta tekanan darah yang setara dengan menaiki dua kali tangga.
"Namun selama orang yang memiliki masalah jantung dalam kondisi stabil dan bebas gejala tergantung obat-obatan, itu tidak mengkhawatirkan, setelah berkonsultasi dengan dokter," tambahnya lagi.
Beberapa gejala umum serangan jantung yang harus diwaspadai adalah:
- Sakit dada
- Sesak napas
- Nyeri di lengan, leher, dan bahu
- Mual
- Berkeringat banyak
- Pusing
- Kelelahan
(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3021 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1087 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 489 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 395 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun