Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Manfaat Buah Plum, Cegah Osteoporosis Wanita Menopause
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Plum kering mengandung bahan kimia yang bertindak sebagai prebiotik. Plum juga termasuk makanan nabati yang memicu bakteri baik. Menurut studi California Dried Plum Board, senyawa dalam buah plum bisa membantu mengatasi tulang keropos akibat osteoporosis.
Pada wanita, kadar hormon estrogen peningkat tulang turun setelah menopause. Tapi, plum bisa membantu menirunya untuk menjaga kekuatan tulang.
Plum kaya antioksidan yang meredam dan menghancurkan radikal bebas berbahaya yang digunakan oleh sel-sel tubuh kita untuk membunuh bakteri yang menyerang.
"Komponen karbohidrat dan polifenol dalam buah plum mengubah mikrobiota usus dan memiliki efek positif pada tulang," kata Profesor Brenda Smith, dari Indiana University dikutip dari Express.
Osteoporosis merupakan masalah kepadatang tulang yang berkurang, sehingga tulang menjadi keropos dan mudah patah.
Kondisi ini biasanya jarang menimbulkan gejala dan baru diketahui ketika penderitanya mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang.
Baca juga:
7 Tips Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Dini
Masalah kepadatang tulang ini bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Tetapi, lebih sering terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause.
Jadi, makan buah plum setiap hari bisa melindungi wanita yang lebih tua atau wanita menopause dari osteoporosis.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3052 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1091 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 491 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 397 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun