Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Apa Itu Varises dan Apa Penyebabnya?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Varises atau pembuluh darah membesar dan timbul yang kerap muncul di kaki dan telapak kaki, merupakan kondisi yang tidak membahayakan. Hanya saja secara visual, varises bisa terlihat menganggu dan membuat penderitanya merasa kurang nyaman.
Penderita varises bisanya memiliki dinding vena yang kehilangan elastisitas dan merenggang, sehingga katup di dalamnya lemah atau rusak. Akibatnya, darah yang seharusnya kembali ke jantung berbalik dan menumpuk di pembuluh vena.
Kondisi ini menyebabkan pembuluh vena membengkak dan membuat garis-garis varises muncul. Dikutip dari Alo Dokter, ada beberapa faktor yang dapat memicu kerusakan pada katup pembuluh vena dan meningkatkan risiko varises. Diantaranya:
Berdiri atau duduk terlalu lama
Kebiasaan ini menyebabkan darah di pembuluh vena pada bagian kaki sulit mengalir ke jantung.
Usia
Risiko varises makin tinggi seiring usia bertambah. Hal ini karena penuaan bisa menyebabkan fungsi katup vena melemah.
Jenis kelamin wanita
Sebagian besar varises dialami oleh wanita. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon selama masa kehamilan, menstruasi, atau menopause. Kondisi tersebut menyebabkan dinding pembuluh vena merenggang sehingga berdampak pada melemahnya katup vena.
Baca juga:
5 Khasiat Daun Seledri Untuk Pria
Faktor keturunan
Risiko seseorang menderita varises akan lebih tinggi jika ia memiliki keluarga yang juga menderita varises.
Obesitas
Tekanan pada pembuluh vena akan makin bertambah jika bobot tubuh makin besar. Selain mempersulit pembuluh vena dalam mendorong darah kembali ke jantung, tekanan akibat obesitas juga dapat melemahkan katup vena sehingga darah berbalik arah dan mengendap di dalam vena.
Masalah kesehatan lain
Kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan varises, misalnya cacat pembuluh darah, pembengkakan atau tumor di dalam rongga pinggul, dan penyakit penggumpalan darah.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3052 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1091 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 491 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 397 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun