Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Jualan Sate di Loloan Barat, Buchari Raup Rp1 Juta per Hari
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Buchari (48) warga asal Desa Tegalbadeng timur berjualan sate ayam dan kambing di pinggir jalan perempatan Loloan Barat sejak 7 tahun.
Ia memulai usahanya dari jam 16.00-20.00 WITA dengan harga per porsi Rp.10.000 plus lontong. Sedangkan untuk gulai kambing juga seharga Rp.10.000.
"Walau harga bahan bumbu naik, tetapi harga sate tetap dijual normal. Apalagi daging kambing sekarang Rp.145.000, itu sama tulang. Sebelumnya harga Rp.120.000. Ya, jalani namanya usaha tak harus banyak mengeluh," ujarnya.
Pria yang memiliki 2 anak laki-laki yang pertama sudah bekerja sedangkan yang kedua masih sekolah ini memulainya dengan jenis rombong pikulan.
Rombong sate itu dibuat sendiri dengan desain khas madura. Dulu masih muda malah menjual sate dengan cara dipikul. Namun saat ini cukup dengan membuka angkringan di depan sebuah sekolah di Loloan Barat.
"Bahan rombong pikul dibuat dari rotan dan kayu. Nama asli di madura disebut rombong pikulan, ini bisa menampung bahan jualan bisa mencapai 70 kg. Ciri khas berjalan ini ditunjukkan di depan masyarakat, sehingga banyak yang tertarik apalagi saat menggunakan blankon khas madura dan kaos belang merah putih," tuturnya.
Ia pun menjelaskan, selain bumbu sate yang kental dengan aroma asap bakaran justru membangkitkan rasa tersendiri. Bahkan masyarakat Loloan tahu ini ciri khas pedagang sate madura.
Baca juga:
Disdik Gianyar Larang Sekolah Jualan Seragam
Untuk harga sate sekarang, katanya berbeda dengan sebelum pandemi covid-19, dimana 700 tusuk itu dibagi 2 untuk yang jualan di Tegalbadeng Timur. Hasil jualan per harinya, ia bisa meraup Rp.1 juta.
"Semenjak Covid-19 melandai jualan mulai ramai. Ada juga yang pesan melalui telepon dan melalui sistem online. Dan ini justru mempermudah berjualan. Pembeli juga merasa nyaman dan aman," tuntasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan