Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Lima Merek Jepang Kolaborasi Kampanye Mobil Listrik di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Lima merek otomotif asal Jepang saling kolaborasi mengampanyekan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/7/2022). Kelima merek ini adalah, Mitsubishi Motors, Nissan, FUSO, Isuzu, dan Toyota.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dalam membangun ekosistem kendaraan listrik tidak bisa dilakukan terpisah-pisah, namun harus dilakukan antar lintas sektor.
Mulai dari sisi pemerintahan, maupun swasta. "Sinergi ini akan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia," kata Menhub di sela peresmian acara. Masing-masing merek memboyong jagoan mobil listrik, plug-in hybrid (PHEV), sampai truk listrik.
Mulai dari Nissan Leaf, Toyota C+pod, dan Mitsubishi Minicab-MiEV yang menjadi perwakilan mobil berteknologi listrik murni alias battery electric vehicle (BEV). Perwakilan dari segmen komersial, ada FUSO eCanter dan 1 unit EV Elf Truck dari Isuzu. Kemudian dari teknologi PHEV, ada Toyota Prius PHEV dan Mitsubishi Outlander PHEV.
PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, Toyota sangat senang menjadi bagian dari proyek ini yang sebenarnya sudah berlangsung sendiri selama lebih dari 1 tahun di Nusa Dua.
Kini dengan kolaborasi lima merek, berbagai line-up kendaraan elektrifikasi jadi lebih lengkap bisa dirasakan oleh khalayak banyak. “Lewat proyek ini jadi lebih bisa merawakan kendaraan elektrifikasi dan ekosistemnya, sesuai target net zero karbon pada 2050 dan nasional di 2060,” ucap Henry di sela peresmian acara.
Representative Joint Project, Naoya Nakamura yang juga Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengatakan, kerja sama ini merupakan kegiatan bersama pengembangan ekosistem elektrifikasi yang terintegrasi.
Sebagai upaya inisiasi lima merek otomotif untuk mendukung pemerintah dalam upaya pengurangan emisi karbon. “Proyek ini juga sebagai bagian dari bentuk dukungan kami selaku pelaku industri otomotif untuk menyukseskan posisi Indonesia sebagai preisendsi G20 dan revitalisasi wisata ramah lingkungan di Kawasan Bali,” ucap Nakamura.
Aktivitas ini juga akan menjadi peluang besar bagi Pemerintah Indonesia dan industri otomotif nasional untuk menunjukan komitmen dan keseriusannya dalam menerapkan kebijakan transisi menuju energi hijau.
Melalui pendekatan Multi-Pathway, proyek ini diyakini dapat mempercepat memberikan pemahaman, serta kehadiran berbagai teknologi ramah lingkungan yang mudah diakses publik agar mampu mengurangi emisi sesuai dengan keberadaan sumber energi terbarukan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, dan kebutuhan penggunanya.
Line-up kendaraan elektrifikasi penumpang akan digunakan untuk mendukung mobilitas di kawasan Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Sementara line-up komersial akan digunakan untuk mendukung logistik dan akan menjadi pertimbangan untuk berkolaborasi dengan bisnis lokal di wilayah Bali. (Sumber: Kompas.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6980 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3517 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan