Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Tes Kesehatan Calon Taruna Poltrada Bali Dinilai Tidak Transparan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Belasan orang tua Sekolah Kedinasan Calon Taruna, Kementerian Perhubungan, mendatangi Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali, di wilayah Batuyang, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Jumat (4/8).
Kedatangan para orang tua siswa yang dikoordinir salah satu orang tua, I Nyoman Suardika, menanyakan hasil tes kesehatan yang dilakukan pihak Poltrada dalam tes lanjutan untuk bisa lulus masuk Sekolah Kedinasan Calon Taruna tersebut.
“Kami ingin menanyakan di bagian mananya kesehatan anak-anak kami yang tidak lulus. Kami ingin tahu hasilnya, karena tes kesehatan yang dilakukan Poltrada kami membayarnya cukup mahal,” ujar Suardika.
Suardika dan belasan orang tua calon siswa tidak mempermasalahkan anak-anaknya tidak lulus menjadi Calon Taruna di Sekolah Kedinasan Perhubungan tersebut.
Baca juga:
238 Mahasiswa Poltrada Positif Covid-19
Tapi yang mereka persoalkan hasil tes kesehatan yang dilakukan Poltrada yang dinilai tidak transparan. Alasannya, sebelum melakukan tes kesehatan di Poltradra, belasan siswa yang melamar di Sekolah Kedinasan Calon Taruna tersebut sudah melakukan medical cek up di RSAD dan semua dinyatakan hasilnya bagus. Namun hasil tes Poltrada di RS Bhayangkara malah tidak lulus.
“Kami ingin minta hasil tes kesehatannya, karena anak-anak kami melakukan tes kesehatan tidak gratis, tapi membayar sebesar Rp1,8 juta lebih. Jadi, wajib dong kami tahu gangguan kesehatan anak kami sehingga tidak bisa diluluskan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Daerah, Arif Kurniawan yang juga Kepala Bagian Keuangan Umum Kerjasama Poltrada menilai kedatangan orang tua wajar.
“Apalagi sebagai orangtua menanyakan nasib anaknya. Tapi sekali lagi kami kembalikan ke prosedur yang kami sudah sepakati dari pusat,” ujarnya.
Sudah ada petunjuk teknis penerimaan calon taruna yang dikeluarkan oleh pusat.
“Kami semuanya mengikuti itu. Tidak ada tendensi kami untuk mempermainkan di internal kami. Kami disini hanya pelaksana teknis, panitia daerah. Secara pelaksana pusat adalah dari pusat,” jelasnya.
Mengenai hasil tes kesehatan yang tidak dibuka, Arif mengaku di juknis tidak diperkenankan.
“Kita anggap dalam prosedur seleksi sudah jadi konsekuensi. Kami kurang paham detailnya, yang jelas juknisnya seperti itu,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6887 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3516 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan