Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Tes Kesehatan Calon Taruna Poltrada Bali Dinilai Tidak Transparan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Belasan orang tua Sekolah Kedinasan Calon Taruna, Kementerian Perhubungan, mendatangi Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali, di wilayah Batuyang, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Jumat (4/8).
Kedatangan para orang tua siswa yang dikoordinir salah satu orang tua, I Nyoman Suardika, menanyakan hasil tes kesehatan yang dilakukan pihak Poltrada dalam tes lanjutan untuk bisa lulus masuk Sekolah Kedinasan Calon Taruna tersebut.
“Kami ingin menanyakan di bagian mananya kesehatan anak-anak kami yang tidak lulus. Kami ingin tahu hasilnya, karena tes kesehatan yang dilakukan Poltrada kami membayarnya cukup mahal,” ujar Suardika.
Suardika dan belasan orang tua calon siswa tidak mempermasalahkan anak-anaknya tidak lulus menjadi Calon Taruna di Sekolah Kedinasan Perhubungan tersebut.
Baca juga:
238 Mahasiswa Poltrada Positif Covid-19
Tapi yang mereka persoalkan hasil tes kesehatan yang dilakukan Poltrada yang dinilai tidak transparan. Alasannya, sebelum melakukan tes kesehatan di Poltradra, belasan siswa yang melamar di Sekolah Kedinasan Calon Taruna tersebut sudah melakukan medical cek up di RSAD dan semua dinyatakan hasilnya bagus. Namun hasil tes Poltrada di RS Bhayangkara malah tidak lulus.
“Kami ingin minta hasil tes kesehatannya, karena anak-anak kami melakukan tes kesehatan tidak gratis, tapi membayar sebesar Rp1,8 juta lebih. Jadi, wajib dong kami tahu gangguan kesehatan anak kami sehingga tidak bisa diluluskan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Daerah, Arif Kurniawan yang juga Kepala Bagian Keuangan Umum Kerjasama Poltrada menilai kedatangan orang tua wajar.
“Apalagi sebagai orangtua menanyakan nasib anaknya. Tapi sekali lagi kami kembalikan ke prosedur yang kami sudah sepakati dari pusat,” ujarnya.
Sudah ada petunjuk teknis penerimaan calon taruna yang dikeluarkan oleh pusat.
“Kami semuanya mengikuti itu. Tidak ada tendensi kami untuk mempermainkan di internal kami. Kami disini hanya pelaksana teknis, panitia daerah. Secara pelaksana pusat adalah dari pusat,” jelasnya.
Mengenai hasil tes kesehatan yang tidak dibuka, Arif mengaku di juknis tidak diperkenankan.
“Kita anggap dalam prosedur seleksi sudah jadi konsekuensi. Kami kurang paham detailnya, yang jelas juknisnya seperti itu,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 582 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 453 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan