Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Dana Pengawasan Pilgub 2024 Disepakati Rp41 Miliar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera mengaku bahwa usulan terkait dana yang diajukan oleh Bawaslu dan KPU Bali dalam penyelenggaraan Pilkada Gubernur tahun 2024 telah disetujui dengan pola cost-sharing mengingat pada Pilkada 2024 selain Pilgub Bali, juga akan ada Pilkada bupati atau walikota secara serentak.
Khusus Bawaslu Bali, besaran jumlah anggaran yang diajukan Bawaslu dan KPU Bali mengacu pada besaran anggaran pada penyelenggaraan Pilkada Gubernur 2018 silam. Kendati demikian, angka yang telah disetujui tersebut masih bisa bergeser apabila terjadi force majeure.
“Anggaran ini masih bisa bergeser apabila nanti terjadi sesuatu yg tidak memungkinkan dan mendesak,” jelas Mantera dalam Rapat Pendanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2024 yang bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat (5/8).
Sementara itu, Perwakilan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Bali, Ni Ketut Sri Wahyuni menuturkan bahwa besaran anggaran yang diajukan oleh Bawaslu dan KPU Bali telah melalui rangkaian evaluasi dan telah disetujui oleh Gubernur Bali.
Besaran dana yang disetujui untuk Bawaslu Bali adalah Rp41 miliar, sedangkan besaran dana yang disetujui untuk KPU Bali adalah Rp157 miliar.
“Pengajuan anggaran yang diajukan Bawaslu dan KPU sudah melalui evaluasi dan telah disetujui oleh Gubernur Bali, besaran dana yang disetujui untuk Bawaslu Bali sejumlah Rp41 miliar, sedangkan untuk KPU Bali sebesar Rp157 miliar,” sebutnya.
Dalam rapat tersebut juga ditampilkan rencana pola cost sharing anggaran antara Provinsi dan Kabupaten. Hanya saja Kesbangpol Kabupaten/Kota belum berani untuk mengiyakan pola cost sharing tersebut mengingat pihaknya masih harus mendiskusikannya dengan pimpinan daerah masing-masing
Menanggapi hal tersebut, Anggota Bawaslu Bali, I Ketut Rudia menuturkan bahwa pada prinsipnya Bawaslu menyetujui mekanisme cost sharing ini, dan meminta hasil rapat ini bisa segera disampaikan kepada Bupati/Walikota dan Sekertaris Daerah di Kabupaten atau Kota se-Bali.
Baca juga:
Dana Pilgub Bali Meningkat Jadi Rp 75 M
“Pada prinsipnya kami di Bawaslu Bali tidak ada masalah, saya kira di Bawaslu Kabupaten/Kota juga jelas, tinggal pola cost sharing yang kita bahas ini disampaikan untuk diteruskan lebih lanjut,” jelasnya.
Senada dengan Rudia, Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan sepakat meminta hasil rapat terkait pola cost sharing ini segera disampaikan kepada Bupati/Walikota.
“Segeralah itu dikeluarkan pola cost sharing ini, kalau gak dikeluarkan ini kita gak selesai-selesai,” kata Lidartawan.
Baca juga:
Budi Argawa Maju Pilgub Bali 2008
Hadir dalam kesempatan tersebut, Rapat ini juga mengundang Ketua Bawaslu dan KPU se-Bali, serta Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten atau Kota se-Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 862 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 819 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 790 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 420 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun