Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Budidaya Jamur Tiram, Petani Muda Berdayakan Perempuan
BERITABALI.COM, NTB.
Dianawati, perempuan muda asal Desa Joben, Kabupaten Lombok Timur, sukses membangkitkan Usaha Mikro Kecil (UMK) dan mengajak para perempuan di Desanya untuk bangkit menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.
Melalui budidaya jamur tiram dengan memanfaatkan lahan pekarangan, kemudian menjadi berbagai macam olahan. Jika kebanyakan perempuan masa kini lebih memilih untuk mengutamakan fashion dan berbagai asesoris terbaru, maka tidak bagi Dianawati yang justru lebih memilih menjadi petani jamur tiram.
Berbekal pengetahuannya tentang ilmu pertanian sejak duduk di bangku kuliah, Dianawati ia sukses mengajak para perempuan di desanya melalui kelompok wanita tani.
"Alhamdulillah usaha ini cukup diminati banyak orang dan kita bisa memberdayakan perempuan setempat melalui kelompok wanita tani disini," kata Dianawati, Rabu (18/8).
Berkat kerja keras, ilmu yang dimiliki dari kuliah dan dukungan kedua orang tuanya, kini budidaya jamurnya sudah memiliki banyak pembeli. Pesanan jamur tiram juga telah tersebar di Kabupaten Lombok Timur.
Pembeli jamur tiram, kata Dianawati, beraneka ragam, ada yang mengolahnya menjadi berbagai macam olahan dan ada juga yang membeli baglok atau benih jamur untuk dibudidaya di rumah mereka.
“Biasanya mereka membeli dari 10 sampai 1.000 baglog untuk dibudidaya," ujarnya.
Setiap hari Dianawati bersama rekan perempuannya memanen jamur tiram dari 3-10 kilogram, tergantung cuaca, karena tingkat pertumbuhan jamur akan cukup berpengaruh ketika cuacanya bagus.
Untuk pembeli yang memesan jamur tiram sebagai olahan, Dianawati tidak segan memberikan dengan harga murah, karena ia tahu penduduk di sekitarnya merupakan warga yang ekonominya menengah kebawah.
Perempuan berparas cantik ini ingin usahanya itu tidak hanya memiliki nilai ekonomis secara personal saja, namun bisa berdampak terhadap ekonomi masyarakat di Desanya yang mayoritas sebagai petani dan peternak.
"Di sini itu kebanyakan jadi petani dan peternak di mana penghasilan mereka tidak menentu, jadi saya berharap usaha ini dapat membantu ekonomi warga juga," ucapnya.
Kualitas bibit yang tidak mudah rusak, dengan jamur yang cukup segar membuat usahanya banyak diminati. Tak heran jika banyak pembeli yang mengaku ketagihan menikmati jamur tiram milik Dianawati.
"Jamur tiram dari Dianawati ini segar-segar dan kalau kita masak itu terasa enak, makanya kita sering ke sini," ungkap Liana, salah satu pembeli jamur tiram.
Diakui Liana, banyak pembudidaya jamur tiram di daerahnya, namun tidak sama dengan yang dikelola oleh Dianawati, sebab selain harganya yang lebih murah, jamur yang dihasilkan juga lumayan bagus.
Selain itu, di sini untuk satu buah baglog Rp 3.500, sementara jika dibandingkan di tempat lain, harganya bisa sampai Rp4.000 hingga Rp5.000 per baglog.
"Saya mengetahui lokasi ini dari media sosial dan dari teman juga karena biasa teman-teman perempuan di sini banyak yang juga memasarkan jamur tiram milik Dianawati," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3096 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2114 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2059 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun