Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Peneliti Kanada: Monyet Ubud Pakai Batu Jadi Mainan Seks
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebuah penelitian terbaru menemukan monyet-monyet di Ubud, Bali menjadikan batu sebagai mainan seks untuk masturbasi dan digunakan dengan cara menggosoknya ke genital atau alat kelamin mereka.
Mengutip Live Science, Kamis (19/8/2022) penelitian terbaru yang diterbitkan New Scientist menemukan kera ekor panjang atau macaca fascicularis, berulang kali menggosokan batu ke alat kelamin untuk bersenang-senang.
Temuan ini disebut memberikan bukti lebih lanjut terkait hipotesis mainan seks, yang sebelumnya sempat dicari tahu tentang asal usul aktivitas masturbasi dengan bantuan alat.
Tim peneliti menemukan baik monyet jantan dan betina dari kelompok berbeda hampir semuanya menggunakan batu untuk mainan seks mereka.
Meski begitu ada beberapa variasi di antara kelompok monyet, ini karena monyet cenderung pemilih pada batu yang mereka gunakan, dan monyet pejantan yang paling sering ditemukan melakukan aktivitas tersebut.
Berbeda dengan saat peneliti mengamati kera, yang tidak perlu menunggu lama untuk mengamati tingkah lakunya.
"Anda akan melihat bagaimana batu ini diketuk dan digosok secara teratur. Tapi tentu saja tidak setiap saat mereka melakukannya, tapi jika berhenti sejenak untuk mengamati, mereka akan mulai bermain dengan batu tersebut," ujar Peneliti Utama, University of Lethbridge Alberta Kanada, Camilla Cenni.
Sayangnya, Cenni hanya mendokumentasikan kegiatan ini pada satu populasi kera di Bali, Indonesia atau tepatnya Suaka Hutan Kera Suci Ubud. Tapi ia memprediksi, batu digunakan lebih luas oleh hewan mamalia ini.
Adapun hasil penelitian ini adalah kelanjutan penelitian yang dipimpin oleh Cenni sebelumnya, yang diterbitkan di jurnal Physiology & Behavior pada 2020 silam, dengan hipotesis mainan seks pada kera jantung.
Peneliti juga menambahkan, karena hewan ini terbiasa diberi makan oleh pengunjung, sehingga waktu untuk mencari makan bisa diminimalisir dan para monyet ini lebih pilih menghabiskan waktu bermain dengan batu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan