Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Orang Meninggal Bisa Bicara di Pemakamannya Berkat AI
BERITABALI.COM, DUNIA.
Berkat bantuan teknologi kecerdasan buatan, mendiang yang siap masuk liang lahat bisa mengungkapkan perpisahan.
Marina Smith sudah meninggal dunia. Namun, suaranya terdengar di sela-sela acara pemakamannya di Inggris. Ia menjawab pertanyaan seorang cucunya mengenai seperti apa kampung halamannya.
Meninggal pada usia 87 tahun, Marina bisa menjawab berbagai pertanyaan sanak kerabatnya mengenai dirinya. Semua itu berkat StoryFile Life, sebuah perangkat kecerdasan buatan yang dikembangkan anaknya, Dr Stephen Smith, bersama istrinya.
Jauh sebelum Marina menutup mata untuk selamanya, anaknya itu mengajukan puluhan, atau bahkan ratusan pertanyaan yang direkam dalam alat tesebut, dan bisa ditampilkan kembali sesuai pertanyaan yang diajukan.
“StoryFile tidak mengubah jawaban atas pertanyaan, kami tidak mengeditnya, kami tidak memanipulasinya, kami tidak memalsukannya. Apa yang kami coba katakan adalah, ini adalah dirimu yang asli. Ini adalah video yang Anda buat, dan sekarang Anda membuatnya. Video ini dapat diakses untuk percakapan masa depan,” jelasnya.
Stephen Smith mengatakan, kecerdasan buatan bisa membantu keluarga membangun ikatan yang kuat dengan leluhur mereka.
“Setiap kisah hidup kita penting bagi generasi setelah kita... bagi mereka pada 50 tahun, 100 tahun dari sekarang. Cucu, cicit atau generasi setelahnya ingin tahu siapa Anda, dari mana Anda datang, apa yang Anda yakini, apa yang Anda lakukan dengan hidup Anda,” lanjutnya.
Stephen Smith mengakui, idenya muncul dari keinginan banyak sejarawan untuk menciptakan interaksi antara orang-orang masa kini dan para saksi sejarah, seperti para penyintas tragedi serangan teroris 11 September 2001 atau holokos.
StoryFile Life tersedia untuk umum. Siapapun bisa mengaksesnya untuk keperluan di kemudian hari dengan hanya membayar $48.
Generasi inovator masa depan membutuhkan keterampilan dan sumber daya yang tepat untuk memahami apa itu kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), bagaimana ia dirancang, dan mengapa AI penting di dunia digital saat ini.
Jika tidak, kesenjangan keterampilan digital hanya akan meningkat dan kian merugikan ekonomi dan masyarakat. Selain itu, banyak anak muda belum sepenuhnya memahami peran kunci yang dapat mereka lakukan dalam membentuk AI.
Oleh karena itu, penting untuk mengungkap dan mendemokratisasi AI kepada generasi inovator berikutnya dengan cara yang inklusif, terlepas dari jenis kelamin, etnis, atau lokasi. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan