Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Komisi I Minta Kejelasan Soal Kasus Mutilasi ke Andika
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon mengatakan Komisi I akan meminta penjelasan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hingga Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengenai kasus mutilasi terhadap warga sipil yang diduga melibatkan enam anggota TNI.
"Kita akan undang Panglima, kita minta penjelasan, KSAD dan juga menhan saya kira untuk memberi penjelasan," kata Effendi di DPR, Kamis (1/9/2022).
Komisi I akan menanyakan mengenai bagaimana pembinaan terhadap aparat TNI, khususnya yang bertugas di wilayah operasi. Selain itu juga akan mendalami motif mutilasi.
"Iya (harus diungkap motif detil), ini kesatuannya bagaimana? ini kerjaan mereka apa, kita lihat ini, sejak Panglima TNI Pak Andika menyarankan programnya operasi teritorial dan binter, pembinaan teritorial dan dia lebih melekatkan kesatuannya di Korem, Kodim kita mau lihat sejauh mana kok tidak efektif tapi justru hal-hal seperti ini terus terjadi," katanya.
Pemanggilan menteri pertahanan hingga Panglima TNI dijadwalkan pekan depan.
"Mungkin minggu depan ya, harus segera itu (beri penjelasan), kejadian tanggal 22, diduga, di Mimika," katanya.
Presiden Jokowi sudah memerintahkan Andika Perkasa untuk memastikan proses hukum kasus mutilasi berjalan hingga tuntas.
"Saya telah perintahkan kepada Panglima TNI untuk membantu proses hukum yang juga telah dilakukan oleh kepolisian tapi di-backup oleh TNI, sehingga sekali lagi proses hukum harus berjalan, sehingga kepercayaan masyarakat kepada TNI tidak pudar," kata Jokowi di GOR Toware, Jayapura, Rabu (31/8/2022).
"Saya kira yang paling penting usut tuntas kemudian proses hukum," tambah Jokowi.
Dua korban mutilasi ditemukan di kampung Pigapu-Logopon, Kabupaten Papua, Sabtu (27/8/2022). Enam prajurit TNI AD kemudian diamankan Subdenpom XVII/C Mimika.
"Subdenpom XVII/C Mimika saat ini telah mengamankan dan memeriksa enam oknum prajurit TNI AD atas dugaan adanya keterlibatan mereka dengan kematian dua orang warga sipil," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Tatang Subarna melalui keterangan tertulis, Senin (29/8/2022).
Menurut Tatang, keenam anggota TNI tersebut bakal diproses hukum apabila terbukti terlibat.
"TNI Angkatan Darat akan melakukan proses hukum dan memberikan sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan