Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Putin dan Xi Jinping Akan Bertemu di Uzbekistan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu di Uzbekistan pada pekan depan. Kunjungan tersebut dikabarkan bakal menjadi lawatan pertama Xi ke luar negeri sejak awal pandemi Covid-19.
Baca juga:
Australia Larang Impor Produk RI Ini
"Dalam waktu kurang dari sepuluh hari, pemimpin kami bakal bertemu di Konferensi Tingkat-Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai [SCO]," kata Duta Besar Rusia untuk China, Andrey Denisov, Rabu (7/9).
"Kami merencanakan pertemuan yang serius dan lengkap antara kedua pemimpin, pun mengerjakan agenda detail dengan mitra China kami," ujarnya lagi.
Denisov juga mengungkapkan Xi dan Putin "memiliki banyak hal yang harus dibicarakan dalam isu bilateral dan masalah internasional."
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China masih belum mengonfirmasi rencana pertemuan tersebut. Meski begitu, seorang juru bicara Kementerian mengatakan "tidak ada informasi yang bisa disampaikan [terkait isu tersebut]."
Setelah itu, pihak kementerian dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa "pemimpin China dan Rusia terus menjaga hubungan dekat dengan berbagai cara."
AFP melaporkan, SCO merupakan organisasi yang beranggotakan China, Rusia, India, Pakistan, dan empat negara Asia tengah yakni Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, dan Tajikistan.
Organisasi ini bakal menyelenggarakan pertemuan mereka pada 15 dan 16 September di Kota Samarkand, Uzbekistan. Di sisi lain, Xi dan Putin terakhir bertemu pada awal Februari lalu di Beijing, beberapa hari sebelum invasi Rusia di Ukraina berlangsung.
Jika pertemuan di Samarkand ini terjadi, itu bakal menjadi kunjungan pertama Xi keluar dari China sejak awal pandemi.
Xi terakhir pergi ke luar negeri pada Januari 2020, kala ia melawat ke Myanmar. Beberapa hari setelah itu, seluruh Kota Wuhan dikunci (lockdown) akibat penyebaran Covid-19.
Sejak itu, Xi mengadakan pertemuan diplomatik secara virtual. Meski begitu, ia tetap menerima kunjungan sejumlah pejabat penting dari negara asing kala Olimpiade Musim Dingin Beijing pada Februari.
Di tengah perang yang berlangsung saat ini, Rusia mencoba mendekatkan dirinya dengan negara-negara Asia, khususnya China. Pendekatan ini dilakukan mengingat negara Barat menjatuhkan berbagai sanksi ke Moskow akibat invasi di Ukraina.
China sendiri tampak ikut mendekatkan diri dengan Rusia. China tak mengecam Moskow kala melangsungkan invasi.
Tak hanya itu, Beijing mengkritik sanksi dan penjualan senjata dari Barat ke Kyiv.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5553 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3486 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2341 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1185 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan