Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Joe Biden: Pandemi Covid-19 di AS Sudah Berakhir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Joe Biden mengatakan bahwa pandemi Covid-19 di Amerika Serikat sudah berakhir walau Negeri Paman Sam masih harus berurusan dengan penyakit tersebut.
Baca juga:
Heboh Putin Jalan Digandeng Erdogan
"Pandemi sudah berakhir. Kami masih punya masalah dengan Covid. Kami masih mengatasinya, tapi pandemi sudah berakhir," ujar Biden dalam acara bincang-bincang di CBS, seperti dikutip AFP, Senin (19/9).
Sembari berbicara, Biden terlihat berjalan di Detroit Auto Show. Ia kemudian menunjuk ke sekitar aula acara tersebut.
"Jika kalian lihat, tak ada lagi orang menggunakan masker. Semua orang tampaknya sehat, jadi rasa semuanya sudah berubah," tutur Biden.
Biden tak menjabarkan lebih lanjut data mengenai tren penularan Covid-19 di AS dan bukti bahwa pandemi di negaranya sudah berakhir.
Namun, pernyataan Biden ini senada dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengatakan bahwa akhir pandemi Covid-19 "sudah di depan mata."
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins yang dirujuk CNN, kasus Covid-19 di AS memang berangsur turun dalam dua pekan belakangan, hingga mencapai sekitar 65 ribu kasus per hari.
Dari puluhan ribu kasus itu, sebagian besar bergejala ringan. Meski demikian, rata-rata kematian harian akibat Covid-19 di AS masih mencapai 400 orang.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pun menyatakan bahwa mereka kini lebih berfokus pada perawatan pasien bergejala parah ketimbang jaga jarak dan karantina.
Pernyataan teranyar Biden ini sendiri terlontar beberapa pekan setelah pemerintahan Biden meminta dana miliaran dolar ke Kongres AS untuk program tes dan vaksin mutakhir Covid-19 menjelang musim gugur.
"Walau kita terus melihat progres luar biasa terkait kemampuan untuk melindungi dan menangani Covid-19, kita harus tetap siaga," ujar Direktur Kantor Bagian Manajemen dan Bujet pemerintah AS, Shalanda Young, kepada Kongres.
Sebagaimana dilansir The Washington Post, Young kemudian berkata, "Untuk melakukan itu, diperlukan sumber daya tambahan. Itulah alasan kami meminta tambahan pendanaan."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4622 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan