Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Raja Lipstik China Kembali Muncul Usai Sempat Hilang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Salah satu selebritas China, Li Jiaqi, yang juga diketahui sebagai Raja Lipstik, kembali muncul di platform jual-beli virtual usai sempat hilang selama empat bulan. Julukan Raja Lipstik ini disematkan karena kemampuan Li yang dapat membuat banyak warga membeli produknya.
Li sendiri muncul dalam pasar online Taobao milik Alibaba Group pada Selasa (20/9). Ia muncul selama dua jam dari pukul 19.00 hingga 21.00 waktu setempat.
Dalam siaran tersebut, Li duduk bersama Wang Wang dan mempromosikan sejumlah barang, seperti tempat menyimpan ponsel, sepatu, dan produk pembersih.
Kemunculan Li ini menuai sorotan di China. Selama ia muncul di siaran Taobao, penonton siaran itu naik dari yang awalnya 100 ribu menjadi lebih dari 50 juta.
Li sendiri memulai siarannya dengan menyapa para penonton dan berterima kasih atas dukungan mereka. Ia juga mengimbau mereka untuk membeli barang "secara rasional."
"Saya merasa ia tak benar-benar terbuka," kata salah satu warganet, dikutip dari The Guardian.
"Mereka tampak sangat waspada. Ini menyedihkan!" tutur warganet lain.
"Apa yang terjadi kepada Li Jiaqi?" ucap salah satu warganet.
"Itu bukan kesalahannya, tetapi lebih baik tidak tahu. Siapa yang tahu cerita di balik ia hilang, dan kenapa dia kembali? Tolong berikan lebih banyak detail kepada saya!" balas warganet lain.
The Guardian telah meminta respons agensi Li, Mieone, tetapi belum dibalas.
Sebagaimana diberitakan The Guardian, Li menghilang sejak 3 Juni. Kala itu, siaran Li terputus.
Li mengaku menghadapi masalah teknis, tetapi beredar spekulasi bahwa siaran Li ini dihentikan oleh operator karena muncul kue berbentuk tank militer di siaran itu.
Gambar tank sendiri sering muncul sebagai referensi atas pembantaian di Aula Tiananmen pada 4 Juni 1989. Kejadian tersebut merupakan salah satu isu yang sensitif di China, mengingat pihak berwenang Beijing sempat membunuh sejumlah siswa dalam protes di Beijing.
Insiden tersebut juga merupakan isu yang pantang dibicarakan di China. Namun, penghentian siaran Li kala itu membuat banyak warganet mencari hubungan tank dengan kejadian itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4480 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2293 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1860 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1026 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun