Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
PKI Dikenal Militan dan Membuat Lawan Takut
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebelum G30S terjadi, PKI sangat militan dengan berbagai show of force yang membuat lawan politiknya bergidik. Berbagai lagu diciptakan untuk mengejek dan membangkitkan semangat.
Parade, pawai, dan provokasi yang berbau pembantaian disebar ke masyarakat. Mereka bersumpah jika PKI menang maka lawan politik mereka akan dibantai habis-habisan sampai ke anak cucu.
Kader-Kader PKI di Bali memang dikenal sangat militan. Bagi PKI, orang lain terutama dari kalangan pemeluk agama Hindu yang taat dan identik dengan PNI, adalah pihak yang kolot, ketinggalan zaman. Orang PKI selalu mengklaim dirinya sebagai simbol keintelektualan.
Dalam berbagai diskusi maupun debat publik, orang PKI selalu mengklaim mampu membuat tidak berkutik pihak lain. Sebaliknya pihak lain terutama dari kalangan PNI, sedapat mungkin menghindari berpapasan dengan anggota PKI.
Karena itulah, mobilisasi yang dilakukan dalam mempertahankan agama sangat mungkin terintegrasi dengan desakan memurnikan Pulau Bali dalam penertian ritual.
Propaganda PKI bukan gertak sambal, karena pada pemberontakan PKI di Madiun pembantaian lawan politik oleh PKI benar benar dilakukan dengan keji. Jadi kengerian yang memiliki landasan trauma jika PKKI menang maka habislah kita semua.
Semua aksi-aksi itu menambah ketegangan politik yang menang sudah ada sejak lama. Kengerian yang begitu besar terhadap propaganda PKI ditambah dengan konflik sebelumnya membuat pembantaian ini menjadi sangat sadis dibanding pembantaian di Jawa atau di tempat lain.
Antipati muncul antara penganut Agama Hindu yang taat dan para anggota PKI. Orang PKI dalam banyak hal selalu menunjukkan sikap tidak hormat terhadap praktek keagamaan yang sudah mapan di kalangan pemeluk Agama Hindu.
Pihak PKI di Propinsi Bali selalu menganggap diri paling pintar, paling hebat, paling benar, karena selalu mendapat pendidikan secara periodik dari instruktur yang didatangkan secara khusus dari Uni Soviet maupun Republik Rakyat China (RRC).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2796 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2028 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1969 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1801 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun