Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Krisis Baru Muncul di AS, New York Umumkan Keadaan Darurat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) telah dilanda masalah migran. Ini terjadi di wilayah New York yang bahkan telah mengumumkan keadaan darurat. Wali Kota New York Eric Adams mengatakan keadaan darurat ini diumumkan lantaran banyaknya migran yang datang ke kota itu hingga melebihi jumlah akomodasi yang mampu menampungnya.
Untuk mengatasi hal ini, ini menyiapkan dana hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp15 triliun untuk menyediakan tempat-tempat penampungan baru bagi para pengungsi.
"Kami sekarang memiliki situasi di mana lebih banyak orang tiba di New York City daripada yang dapat kami tampung segera, termasuk keluarga dengan bayi dan anak kecil," kata Adams.
"Begitu pencari suaka turun dari bus hari ini disediakan tempat berlindung, kami akan melampaui jumlah orang tertinggi dalam sejarah yang tercatat di sistem tempat penampungan kota kami."
Meski telah menyiapkan bantuan dana, Adams juga meminta bantuan darurat federal dan negara bagian untuk menangani masuknya pencari suaka yang terus berlanjut.
"Pengumuman ini akan mengarahkan semua lembaga kota terkait untuk mengkoordinasikan upaya untuk menangani krisis kemanusiaan dan untuk membangun Pusat Tanggap dan Bantuan Darurat Kemanusiaan kota. Keadaan darurat akan berlaku selama 30 hari dan dapat diperpanjang," kata walikota itu.
Tak hanya pada pemerintah federal dan negara bagian, Adams juga menjajaki program sukarela dari warga untuk menampung para pencari suaka dan orang-orang yang 'tidak bertempat tinggal' di rumah mereka.
"Warga New York ingin membantu, dan kami akan membuatnya cepat dan mudah bagi mereka untuk melakukannya," kata walikota.
Kota New York sekarang memiliki lebih dari 61.000 orang dalam sistem penampungan migrannya. Ini termasuk ribuan tunawisma dan ribuan pencari suaka yang telah diangkut dengan bus dalam beberapa bulan terakhir dari negara bagian lain.
Adams menyebut lebih dari 17.000 pencari suaka telah diangkut dengan bus ke New York City dari perbatasan Selatan AS sejak April tahun ini. Ia juga menyebut 42 hotel telah didirikan sebagai tempat penampungan darurat dan 5.500 anak migran telah terdaftar di sekolah.
Pada minggu pertama bulan Oktober, Texas telah menghabiskan lebih dari US$ 18 juta untuk mengangkut pendatang dari Amerika Latin ke Washington D.C., New York, dan Chicago. Gubernur Texas Greg Abbott pada bulan April menyebut ini adalah tanggapannya terhadap kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Joe Biden yang dianggapnya memberikan insentif bagi pelintas batas ilegal.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4521 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1983 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1042 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun