Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Investor Malaysia Tertarik Bangun Pabrik Mutiara di NTB
BERITABALI.COM, NTB.
Pemerintah Provinsi NTB berencana akan membangun pabrik pengolahan mutiara di kawasan lahan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB di Banyumulek, Lombok Barat. Kepastian itu disampaikan langsung Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H Mohammad Rum.
“Datuk Muh Azam adalah Managing Direktur Taza Force. Ada 3 devisi investasi yang direncanakan, yakni mining atau pertambangan, smart city dan pabrik pengolahan mutiara,” kata Mohammad Rum.
Disebutkan Rum, dari ketiga sektor yang ingin disasar perusahaan asal Malaysia tersebut, pembangunan pengolahan pabrik mutiara di kawasan BRIDA NTB yang paling rasional untuk dilaksanakan. Terlebih karena proses dalam pengajuan izin pertambangan, terutama non mineral sangat panjang di Pemerintah Pusat, serta banyak ditemukan kendala di lapangan karena kebijakan OSS.
Sementara untuk investasi Smart City, masih terbentur dengan pola atau skema saat penerapan sistem yang akan dibangun di NTB. Sebagai contoh pemasangan kamera untuk memindai kendaraan yang telat bayar pajak di ruas-ruas jalan utama di Kota Mataram. Bisa saja manfaatnya dapat meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Hanya saja pihak investor menginginkan royalty terhadap penggunaan sistem tersebut. Artinya, setiap peningkatan pajak pendapatan pihak investor harus mendapat bagian. Hal ini tentu tidak menguntungkan Pemerintah Daerah dari segi perhitungan APBD.
”Smart City skemanya di APBD nanti susah jadi kita fokus pada pabrik mutiara saja karena sistemnya buy to buy dengan perajin,” jelasnya, dikutip radarlombok.
Tujuan pembangunan pabrik ini, supaya komoditi mutiara yang sebelumnya hanya dikirim dalam bentuk mentahan dapat diolah dengan baik dan bisa menambah nilai jual dari produk mutiara tersebut. Dampak lainnya dapat meningkatkan pendapatan dari para petani mutiara.
Adapun kapasitas pabrik pengolahan mutiara itu cukup besar dan segera dilakukan pembangunan, karena sudah ada lahan 1,5 hektare atau 2,5 hektare di kawasan BRIDA NTB.
Sementara itu, calon investor asal Malaysia, Datuk Azam menyampaikan secara teknis sistem teknologi-teknologi smart city yang mereka punya untuk diterapkan di NTB. Mulai dari bidang electricity, tax finance, fire management dan waste treatment.
“Kami juga niat untuk membangun kilang polishing mutiara dengan tujuan ekspor ke Abu Dhabi,UEA,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2046 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun