Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kala Pangeran MbS Tegaskan Wahabisme Bukan Ideologi Saudi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman (MbS) pernah memberikan klarifikasi mengenai Muhammad bin Abdul Wahhab, sosok penting penyebar paham Wahabi.
Isu wahabisme kembali mencuat setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak agar pemerintah melarang penyebaran paham tersebut.
Desakan ini merupakan salah satu poin hasil rekomendasi eksternal dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah PBNU yang digelar di Asrama Haji Jakarta, 25-27 Oktober 2022.
Aliran wahabisme sempat dicurigai jadi ideologi kelompok teroris ISIS yang pernah mengacaukan Suriah dan Irak. Ada pula pihak yang menuduh ISIS merupakan bagian dari agenda Saudi.
Pangeran MbS kemudian memberikan klarifikasi dalam wawancara dengan media The Atlantic, seperti dikutip dari media pemerintah, Saudi Gazzette.
Dengan tegas bahwa MbS mengatakan ajaran Wahabisme bukan satu-satunya ideologi dan identitas Saudi selama ini.
"Saya ingin mengatakan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab bukan Nabi, ia juga bukan malaikat. Ia hanya seorang ulama sebagaimana banyak ulama lainnya yang pernah hidup di era awal pendirian Saudi, di antara para pemimpin militer dan politik," kata Pangeran MbS.
"Persoalannya adalah ketika itu di Semenanjung Arab para murid Abdul Wahhab hanya tahu membaca dan menulis sejarah yang telah ditulis dari perspektif mereka," tuturnya.
Pangeran MbS kemudian menjelaskan bahwa kitab-kitab tulisan Abdul Wahhab kerap digunakan para ekstremis Islam hanyab demi agenda mereka.
"Tapi saya yakin jika Abdul Wahhab, Bin Baz, dan ulama lainnya masih hidup hingga sekarang, mereka akan jadi barisan pertama yang melawan ide-ide ekstremis dam kelompok teroris itu," ujar Pangeran MbS.
"Permasalahannya adalah ISIS tidak menerapkan contoh dari kehidupan reigius orang-orang Saudi. Ketika mereka meninggal, mereka mulai memakai kata-kata dan memelintir kata serta sudut pandang para ulama itu," katanya lagi.
Pangeran MbS kemudian mengklaim kehidupan orang-orang Islam Sunni dan Syiah yang saling berdampingan. Ia juga mencontohkan ada pula madrasah-madrasah Syiah selain Sunni di Saudi.
"Hari ini tak boleh ada sau pun pihak yang memaksakan ajaran mereka yang menjadikannya satu-satunya paham di Saudi," tutur Pangeran MbS.
"Mungkin itu pernah menjadi sejarah kami seperti yang pernah saya katakan tepatnya pada era 1980-an, 1990-an, dan awal 2000-an. Hari ini, kami berada dalam jalur yang benar," ia menambahkan. (Sumber: CNN Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan