Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Cina Pamer 300 Pesawat Komersial Buatan Sendiri Laku Terjual
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina mengklaim setidaknya 300 pesawat komersial buatan sendiri telah dipesan dan siap dijual awal 2023 mendatang. Commercial Aircraft Corp of China (COMAC) menyatakan telah menyetujui 300 pesanan pesawat C919 berbadan ramping dalam pameran udara besar pada Selasa (8/11).
Jenis itu menjadi pesawat buatan sendiri pertama bagi Cina. Jika pesanan berlanjut, jumlah transaksi untuk C919 akan lebih dari 1.100 buah, menurut angka dari pernyataan COMAC sebelumnya.
Terkait penjualan ini, COMAC mengaku telah mencapai kesepakatan dengan tujuh perusahaan leasing atas 330 pesawat, termasuk 30 pesawat dari jenis sebelumnya yakni ARJ21 yang mulai beroperasi pada 2008.
"[Pesanan] sepenuhnya membuktikan kepercayaan mitra leasing kami [terhadap dua model jet kami]," kata COMAC, seperti dikutip AFP, Rabu (9/11).
Rincian pesanan terhadap C919 di antaranya dari China Eastern Airlines, maskapai penerbangan terbesar kedua di Cina, yang memesan empat pesawat. Pesawat-peswat itu bakal dikirim akhir tahun ini dan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2023.
Cina juga telah menyetujui kesepakatan atas jet Airbus senilai $17 miliar tahun ini. Menurut Xinhua, perusahaan mulai memproduksi model A321 di kota timur Tianjin pada Rabu untuk melakukan pengiriman awal tahun depan.
CEO Airbus China George Xu mengatakan langkah itu menunjukkan "dukungan teguh perusahaan untuk pasar Cina".
COMAC pada Selasa memamerkan C919 di Cina International Aviation and Aerospace Exhibition. Pesawat ramping itu meluncur di landasan pacu di kota selatan Zhuhai sebelum lepas landas di depan ratusan pengunjung.
Pihak berwenang berharap C919 nantinya mampu menyaingi model asing seperti Boeing 737 MAX dan Airbus A320. Beijing mengaku pesawat itu akan membantu mengurangi ketergantungan negara itu pada teknologi asing di tengah hubungan sulit dengan negara-negara Barat.
Boeing 737 MAX sebelumnya dikabarkan telah resmi dilarang terbang di Cina sejak 2019 usai pesawat itu dua kali mengalami kecelakaan fatal. Namun, pada Juli, Boeing mengatakan pengiriman pesawat ke Cina kemungkinan disetujui tahun ini.
Akan tetapi, persaingan dagang antara AS-Cina yang berlarut-larut serta kecelakaan udara komersial terburuk Cina yang melibatkan Boeing 737-800 memperlambat rencana pengiriman tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan