Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
40 Pasang Kerbau Berlaga di Lomba Mekepung Lampit di Kaliakah Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebanyak 40 pasang kerbau berlaga pada perlombaan Mekepung Lampit 2022 di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Jembrana.
Para peserta pegiat pekepungan yang terdiri dari 34 pasang regu barat dan 6 pasang regu timur tersebut dilepas Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Minggu (13/11/2022).
Dari laporan Ketua Sekaa Mekepung I Made Mara menjelaskan bahwa keikutsertaan sekaa mekepung dalam setiap perlombaan terus meningkat.
"Kalau dulu pesertanya paling hanya 30 pasang, kini meningkat menjadi 40 pasang dalam mekepung lampit ini. Sama halnya dengan mekepung darat pun mengalami peningkatan peserta," ujarnya.
Melihat antusias dari peserta tersebut, dirinya berharap khususnya kepada pemerintah daerah agar mekepung di Jembrana tetap dijaga kelestariannya sebagai warisan budaya. Di luar dari biaya yang dikeluarkan sekaa mekepung dalam setiap lomba yang tidak sedikit pihaknya berharap pemerintah bisa meningkatkan anggaran yang diberikan kepada sekaa mekepung kedepan.
"Besar harapan kami baik itu mekepung darat atau mekepung lampit khususnya di tahun depan agar anggaran yang disiapkan bisa lebih ditingkatkan lagi, mengingat keikutsertaan peserta mekepung yang kian meningkat," pintanya.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Patriana Krisna (Ipat) melihat mekepung lampit ini adalah sebagai salah satu siklus dimana ada mekepung darat setelah itu pasti ada mekepung lampit. Jika mekepung darat dilakukan saat padi masih tumbuh di sawah sedangkan mekepung lampit ini dilakukan dalam akhir panen dan persiapan mulai menanam padi.
"Ini bagian dari tradisi dan budaya kita yang sudah ada sejak dulu, jadi sudah tentu menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga tradisi ini," ucapnya.
Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah daerah dalam hal ini senantiasa memberikan dorongan berupa anggaran dalam setiap kegiatan pekepungan. Kalau di mekepung darat sudah diberikan Rp5 juta per cikar per tahun untuk mendukung kegiatan lomba mekepung. Sedangkan di mekepung lampit sendiri diberikan anggaran Rp40 juta dialokasikan untuk hadiah lomba.
"Jadi menjadi harapan kita bersama untuk melestarikan budaya mekepung kita agar kedepan terus terselenggara secara berkelanjutan dan berkesinambungan," imbuhnya.
Tak hanya itu, Wabup asal Tegalcangkring ini juga menyampaikan sebagai bentuk dukungan kepada sekaa mekepung dan pelestarian terhadap atraksi mekepung, pemerintah kabupaten Jembrana tengah membangun Sirkuit All in One yang akan selesai bulan desember nanti.
"Nanti disana akan ditampilkan berbagai atraksi budaya, termasuk mekepung ini. Jadi tidak hanya dinikmati orang lokal saja, mancanegara akan hadir disana menyaksikan atraksi budaya kita. Tentu dengan hal itu harapan kita mekepung ini bisa tetap terjaga dan lebih dikenal luas," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan