Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Menlu Rusia Cabut dari Bali Jelang Deklarasi G20, Diganti Menkeu
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meninggalkan KTT G20 Bali pada Selasa (15/11). Kini, Rusia diwakilkan Menteri Keuangan Anton Siluanov untuk KTT G20 yang masih akan berlangsung Rabu (16/11).
"Seperti yang diperkirakan, Tuan Lavrov meninggalkan Bali pada akhir hari pertama KTT G20," kantor berita negara Rusia RIA Novosti melaporkan Selasa (15/11) malam, seperti diberitakan AFP.
"Rusia akan diwakili Menteri Keuangan (Anton) Siluanov," kata sumber tersebut.
Pertukaran 'pemain' tersebut berlangsung kurang dari satu hari sebelum para pemimpin G20 mendeklarasikan kesepakatan mereka.
"Deklarasi terakhir akan disepakati besok setelah pertemuan tentang digitalisasi."
Sebelumnya, beredar dokumen yang diduga merupakan deklarasi para pemimpin G20 dalam KTT di Nusa Dua, Bali. Dokumen tersebut menyebutkan para pemimpin kompak mengecam keras invasi Rusia di Ukraina.
Dalam dokumen 16 halaman yang beredar di kalangan wartawan, 20 negara anggota mengatakan operasi militer Presiden Vladimir Putin ke Ukraina menyebabkan penderitaan manusia yang sangat besar dan memperburuk kerapuhan ekonomi global.
"Tahun ini, kami menyaksikan perang di Ukraina berdampak lebih buruk terhadap ekonomi global," bunyi dokumen bertuliskan rahasia itu yang tersebar di kalangan wartawan peliput G20.
"Sebagian besar anggota (G20) mengecam keras perang di Ukraina dan menekankan (perang) menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa serta memperburuk ekonomi global, menghambat pertumbuhan, meningkatkan inflasi, mengganggu rantai pasokan pangan hingga energi dan stabilitas keuangan.
Sementara itu, pertemuan terbesar para pemimpin dunia sejak awal pandemi diadakan tanpa Presiden Rusia Vladimir Putin di Bali. Sejumlah pengamat menganggap Putin takut dimusuhi seperti KTT G20 2014, saat Rusia baru mencaplok Crimea.
Alexei Malashenko, kepala peneliti di Dialogue of Civilizations Institute, mengatakan Putin tidak ingin dipermalukan di depan umum lagi seperti pada KTT G20 di Brisbane, Australia, pada 2014 lalu.
Saat foto bersama para pemimpin di KTT G20 2014 itu, Putin ditempatkan di paling pojok. Putin pun memutuskan untuk pulang lebih cepat dari jadwal sebelumnya.
Jika datang ke KTT G20 tahun ini, ia diperkirakan bakal kembali "diserbu" dari berbagai arah karena keputusannya untuk menginvasi di Ukraina.
KTT G20 di Bali digelar hampir sembilan bulan setelah serangan Rusia di Ukraina dimulai dan telah membuat harga energi dan pangan melonjak dan melihat ancaman nuklir menjadi sorotan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan