Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Presiden Polandia: Belum Ada Bukti Siapa Penembak Rudal Buatan Rusia
beritabali.com/cnnindonesia.com/Presiden Polandia: Belum Ada Bukti Siapa Penembak Rudal Buatan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Polandia, Andrzej Duda, menegaskan bahwa pihaknya belum mengantongi bukti kuat mengenai pihak yang menembakkan rudal buatan Rusia ke wilayah mereka pada Selasa (15/11).
"Hingga saat ini, kami tak punya bukti jelas mengenai siapa yang menembakkan rudal itu. Penyelidikan masih berlangsung. Kemungkinan rudal itu buatan Rusia," ujar Duda, seperti dilansir AFP.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Polandia mengonfirmasi bahwa rudal buatan Rusia menghantam wilayah mereka yang berbatasan dengan Ukraina dan menewaskan dua orang.
"Rudal buatan Rusia jatuh, menewaskan dua warga Republik Polandia," ujar juru bicara Kemlu Polandia, Lukasz Jasina.
Jasina mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil duta besar Rusia untuk Polandia guna meminta "penjelasan detail sesegera mungkin."
Militer Polandia pun langsung meningkatkan status kesiagaan pasukan mereka, mengantisipasi serangan lebih lanjut.
"Sudah ada keputusan untuk meningkatkan status kesiapan sejumlah unit tempur dan angkatan berseragam lainnya," ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional Polandia, Piotr Muller, seperti dikutip AFP.
Namun, Perdana Menteri Mateusz Morawiecki meminta warga tetap tenang sementara aparat menyelidiki lebih jauh mengenai dugaan serangan ini.
"Saya meminta semua warga Polandia tetap tenang di tengah tragedi ini. Kita harus tetap menahan diri dan waspada," ucap Morawiecki.
Rusia sendiri membantah laporan dugaan serangan rudal tersebut. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, tudingan itu hanya provokasi untuk meningkatkan ketegangan.
"Media massa dan pejabat Polandia melakukan provokasi yang disengaja untuk meningkatkan situasi dengan pernyataan mereka tentang dugaan dampak roket Rusia di Przewodow," demikian pernyataan Kemhan Rusia.
"Tenaga senjata Rusia tidak melancarkan serangan di daerah antara perbatasan Ukraina dan Polandia."
Dugaan serangan ini menjadi sorotan luas karena Rusia selama ini menghindari konfrontasi langsung dengan negara anggota NATO.
NATO memegang prinsip bahwa gempuran terhadap salah satu anggota mereka merupakan serangan kepada blok itu secara keseluruhan.
Dengan demikian, NATO dapat menyerang pihak yang melakukan gempuran. Jika NATO merespons dengan menyerang Rusia, maka perang akan kian luas dan dikhawatirkan dapat memicu perang dunia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan