Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Terpesonanya Wisatawan Melihat Atraksi Mepeed di Ulun Danu Beratan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah vakum akibat Covid-19 selama dua tahun, pada penghujung 2022 pengelola obyek Wisata Ulun Danu Beratan kembali menggelar parade budaya mepeed.
Tradisi ini digelar hingga 29 Desember. Parade gebogan ini melibatkan ibu-ibu dari 12 desa adat dan 6 desa dinas di Kecamatan Baturiti. Serta 2 banjar pengayah dari Kecamatan Marga yakni dari Bayan dan Marga.
Pada saat pelaksanaan parade budaya ini, peserta berjalan mengelilingi obyek wisata Ulun Danu Beratan dengan berjalan kaki hampir selama satu jam diiringi gambelan baleganjur.
“Agar menjadi suguhan baru untuk wisatawan,” kata Humas Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan made Sukarata Senin, (26/12).
Baca juga:
Ulun Danu Beratan Masuki Masa Sepi Wisman
Iring-iringan gebogan yang dibuat dari susunan buah ini tertata dengan rapi berlatarbelakang Danau Beratan. Suasana ini pun diabadikan oleh wisatawan yang berkunjung.
Gebogan ini mulai berjalan dari sisi utara pada bagian taman. Berjalan lurus ke arah timur menuju ke tepian Danau Beratan. Selanjutnya memutar di kawasan Njung Beji. Hingga bejalan di belakang Pura Ulun Danu.
Suasana ini banyak diabadikan oleh fotografer yang sengaja datang untuk melihat parade gebogan ini. Setelah itu, parade gebogan berjalan menuju arah selatan hingga memutar di kawasan Pura Ulun Danu Beratan. Selanjutnya berakhir di area jaba tengah Pura.
Seorang wisatawan asal Ukraina, Sofia, 20 tahun mengaku senang melihat parade gebogan untuk pertamakalinya. Ia datang ke Ulun Danu Beratan bersama tiga rekannya yang lain.
“Ini menjadi suguhan yang menarik melihat perbedaan budaya,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli